Nusantara (ANTARA) - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa pembangunan di IKN menganut prinsip keberlanjutan lingkungan dengan fokus pada energi bersih terbarukan, integrasi ruang terbuka hijau, transportasi ramah, dan 65 persen perlindungan kawasan hutan.
"Bahkan dalam proses pembangunan IKN secara menyeluruh, mulai dari visi dan strategi pemindahan ibu kota, pengembangan infrastruktur dasar, hingga pendekatan pembangunan, berlandaskan pada prinsip keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi," ujar Basuki di Nusantara, Sabtu.
Ia menyebut bahwa komitmen pemerintah terhadap pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara sangat kuat dan konsisten. Bahkan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk memindahkan ibu kota ini sangat jelas dan disampaikan di berbagai forum baik nasional maupun internasional.
Forum internasional tersebut salah satunya saat mengikuti KTT G20 di Brazil pada November 2024. Saat itu Prabowo menyebut bahwa Indonesia terdampak langsung perubahan iklim, termasuk peningkatan air muka laut yang mengancam daerah Jakarta, sehingga harus memindahkan ibu kota negara.
"Untuk itu saya mengajak masyarakat datang langsung dan melihat dari dekat keberadaan IKN. Selama ini antusiasme masyarakat sangat tinggi mengunjungi ibu kota baru. Khusus dalam periode Natal dan Tahun Baru 2026 ini saja, lebih dari 300 ribu orang berkunjung ke IKN," kata Basuki.
Baca juga: Investor di IKN bertambah lima, mulai kuliner hingga perkantoran
Sebelumnya, saat menerima kunjungan akademik dari School of Public Policy, University of Maryland, sebuah universitas riset publik terkemuka dari Amerika Serikat yang berlokasi di College Park, dekat Washington, D.C, Basuki juga mengatakan bahwa IKN merupakan kota percontohan dunia dalam pembangunan kota berkelanjutan (sustainable city).
Kunjungan universitas yang dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi unggulan dalam penelitian, inovasi, dan kebijakan publik tersebut berlangsung pada Kamis (8/1/2026) di Kantor Otorita IKN.
Kunjungan ini menjadi forum diskusi strategis mengenai pembangunan IKN sebagai ibu kota masa depan yang mengedepankan tata kelola modern, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta penerapan prinsip-prinsip sustainability secara terintegrasi.
Melalui kunjungan akademik ini, Otorita IKN berharap dapat memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang kebijakan publik dan perencanaan kota, sekaligus memperkaya pertukaran pengetahuan global dalam mewujudkan Nusantara sebagai ibu kota dunia yang berkelanjutan.
Baca juga: Otorita lakukan percepatan pembangunan jaringan jalan utama KIPP IKN
Sementara itu, salah seorang dosen dari University of Maryland Prof. Thomas C. Hilde, Ph.D, berharap IKN dapat menjadi percontohan bagi negara-negara lain terutama dalam membangun masa depan hijau.
“IKN merupakan proyek ambisius yang luar biasa. Ambisi ini sangat dibutuhkan untuk menciptakan masa depan yang hijau. Semoga IKN akan terus menjadi percontohan bagi dunia,” ujar Thomas.
Baca juga: Pembangunan IKN 2026 jadi penguatan strategis sebagai ibu kota politik
"Bahkan dalam proses pembangunan IKN secara menyeluruh, mulai dari visi dan strategi pemindahan ibu kota, pengembangan infrastruktur dasar, hingga pendekatan pembangunan, berlandaskan pada prinsip keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi," ujar Basuki di Nusantara, Sabtu.
Ia menyebut bahwa komitmen pemerintah terhadap pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara sangat kuat dan konsisten. Bahkan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk memindahkan ibu kota ini sangat jelas dan disampaikan di berbagai forum baik nasional maupun internasional.
Forum internasional tersebut salah satunya saat mengikuti KTT G20 di Brazil pada November 2024. Saat itu Prabowo menyebut bahwa Indonesia terdampak langsung perubahan iklim, termasuk peningkatan air muka laut yang mengancam daerah Jakarta, sehingga harus memindahkan ibu kota negara.
"Untuk itu saya mengajak masyarakat datang langsung dan melihat dari dekat keberadaan IKN. Selama ini antusiasme masyarakat sangat tinggi mengunjungi ibu kota baru. Khusus dalam periode Natal dan Tahun Baru 2026 ini saja, lebih dari 300 ribu orang berkunjung ke IKN," kata Basuki.
Baca juga: Investor di IKN bertambah lima, mulai kuliner hingga perkantoran
Sebelumnya, saat menerima kunjungan akademik dari School of Public Policy, University of Maryland, sebuah universitas riset publik terkemuka dari Amerika Serikat yang berlokasi di College Park, dekat Washington, D.C, Basuki juga mengatakan bahwa IKN merupakan kota percontohan dunia dalam pembangunan kota berkelanjutan (sustainable city).
Kunjungan universitas yang dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi unggulan dalam penelitian, inovasi, dan kebijakan publik tersebut berlangsung pada Kamis (8/1/2026) di Kantor Otorita IKN.
Kunjungan ini menjadi forum diskusi strategis mengenai pembangunan IKN sebagai ibu kota masa depan yang mengedepankan tata kelola modern, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta penerapan prinsip-prinsip sustainability secara terintegrasi.
Melalui kunjungan akademik ini, Otorita IKN berharap dapat memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang kebijakan publik dan perencanaan kota, sekaligus memperkaya pertukaran pengetahuan global dalam mewujudkan Nusantara sebagai ibu kota dunia yang berkelanjutan.
Baca juga: Otorita lakukan percepatan pembangunan jaringan jalan utama KIPP IKN
Sementara itu, salah seorang dosen dari University of Maryland Prof. Thomas C. Hilde, Ph.D, berharap IKN dapat menjadi percontohan bagi negara-negara lain terutama dalam membangun masa depan hijau.
“IKN merupakan proyek ambisius yang luar biasa. Ambisi ini sangat dibutuhkan untuk menciptakan masa depan yang hijau. Semoga IKN akan terus menjadi percontohan bagi dunia,” ujar Thomas.
Baca juga: Pembangunan IKN 2026 jadi penguatan strategis sebagai ibu kota politik



