GenPI.co - Hubungan asmara seharusnya menjadi tempat aman dan saling menghargai, bukan sumber rasa takut atau sakit.
Sayangnya, kekerasan dalam hubungan masih terjadi, bahkan dialami selebritas terkenal seperti Rihanna.
Rihanna pernah diserang secara fisik oleh Chris Brown.
Dilansir Your Tango, berikut tips keluar dari hubungan penuh kekerasan.
1. Akui keberadaan kekerasanKekerasan tidak selalu berupa pukulan atau luka fisik.
Berteriak, menghina, mengintimidasi, dan mengancam juga termasuk kekerasan.
Banyak pelaku tampak menawan dan meminta maaf setelah melakukan kekerasan.
Hal itu menciptakan siklus ketegangan dan ledakan.
Korban sering berharap kali ini akan berbeda, tetapi siklus kekerasan biasanya berulang.
2. Mintalah bantuanKamu tidak harus menghadapi kekerasan sendirian.
Ada banyak organisasi lokal dan nasional yang menyediakan sumber daya serta dukungan untuk korban kekerasan.
Teman atau keluarga mungkin bermaksud baik, tetapi mereka tidak selalu bisa memberikan bantuan yang aman.
Mendapatkan dukungan dari lembaga profesional sering kali lebih efektif.
3. Gali akar permasalahannyaCoba pahami alasan kamu merasa tertarik pada hubungan yang menyakitkan.
Apakah kamu mencari cinta, tetapi justru mengasosiasikannya dengan rasa sakit?
Orang yang tumbuh dalam kesepian atau melihat pola hubungan tidak sehat sejak kecil cenderung merasa nyaman dengan dinamika yang penuh kekerasan, meski menyakitkan.
Mengenali pola ini merupakan langkah penting untuk memutus siklus dan membangun hubungan yang sehat di masa depan. (*)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:


