Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 17 pelajar dari wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pelajar tersebut dilarikan ke UPT Puskesmas Gondang dengan keluhan gangguan kesehatan yang hampir serupa.
Kepala UPT Puskesmas Gondang, dr. Rohmatun Naja, mengatakan sebagian besar pasien datang dengan gejala muntah, disertai pusing, dan beberapa di antaranya mengalami diare.
“Gejala yang dirasakan pasien antara lain muntah, sebagian mengalami diare, serta pusing. Pasien terdiri dari laki-laki dan perempuan,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, pihak puskesmas langsung melakukan penanganan medis terhadap seluruh pasien yang datang, sembari memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka. Hingga saat ini, seluruh pasien masih dalam observasi untuk memastikan tidak terjadi perburukan kondisi.
Selain penanganan medis, Puskesmas Gondang juga telah mengambil langkah lanjutan dengan menelusuri penyebab dugaan keracunan tersebut. Pihak puskesmas memastikan akan menyampaikan perkembangan hasil pemeriksaan laboratorium setelah keluar, guna mengetahui secara pasti penyebab munculnya gejala keracunan yang dialami para pelajar tersebut.
Sebelumnya, sebanyak 17 pelajar dari wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilarikan ke UPT Puskesmas Gondang, Sabtu (10/1/2026), setelah diduga mengalami keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pasien datang hampir bersamaan dan langsung mendapatkan penanganan medis. [tin/kun]



