Dua Dekade CCCI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Penguatan Kerja Sama Indonesia-Tiongkok

tvrinews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terus memperkuat hubungan bilateral dengan negara mitra strategis guna mendukung pembangunan ekonomi jangka panjang. Salah satu kemitraan paling komprehensif yang dijalankan saat ini adalah kerja sama dengan Tiongkok dalam bidang perdagangan, investasi, dan industri.

Kemitraan strategis ini turut diperkuat melalui peran aktif China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI). Selama dua dekade, CCCI telah menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha. Momentum penguatan ini juga semakin ditegaskan melalui kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada November 2024 lalu.

“Dengan populasi 1,4 miliar jiwa, Tiongkok berada di urutan kedua di dunia, sementara Indonesia memiliki 285 juta jiwa berada di urutan keempat, keduanya merupakan anggota G20, dan Tiongkok adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua dengan PDB USD17,8 triliun dan Indonesia memiliki PDB USD1,4 triliun. Jadi, ini benar-benar merupakan tonggak penting bahwa kolaborasi dan kerja sama antara kedua negara terbuka. Ini adalah pasar besar yang menawarkan peluang bagi kedua perusahaan dan kedua negara,” ungkap Menko Airlangga dalam keterangannya, Sabtu 10 Januari 2026.

Selain menjadi mitra dagang utama dengan nilai mencapai USD135,2 miliar pada tahun 2024, kedua negara menunjukkan kemajuan melalui inisiatif Two Parks Twin Countries (TCTP). Inisiatif ini merupakan kerangka kerja sama strategis untuk memperkuat kolaborasi industri, fasilitasi investasi, dan integrasi rantai pasok.

Nota Kesepahaman TCTP yang diluncurkan sejak 2021 telah diperbarui pada Mei 2025 melalui penandatanganan antara Menko Airlangga dengan Menteri Perdagangan RRT Wang Wentao. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang sebagai wujud nyata komitmen politik di tingkat tinggi.

Sebagai bagian dari penguatan TCTP, telah dilakukan penandatanganan 16 proposal proyek antara perusahaan-perusahaan Fujian dan mitra Indonesia dengan nilai total mencapai Rp36,4 triliun atau sekitar USD2,19 miliar. Proyek tersebut mencakup sektor logam dasar, pengolahan makanan, tekstil, drone, hingga kecerdasan buatan.

“Ke depannya, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia,” jelas Menko Airlangga.

Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen meningkatkan iklim investasi melalui reformasi regulasi dan pengembangan infrastruktur. Saat ini, telah dibentuk gugus tugas khusus untuk mempercepat program-program strategis pemerintah guna mempermudah proses investasi jangka panjang di tanah air.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Video: Trans Hotel akan Buka 2 Hotel Sekaligus di Bulan Suci Ramadan
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pengadilan Vonis Debitur FIFGROUP atas Pengalihan Motor Berjaminan Fidusia
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Petinggi Pajak Jakarta Ditangkap KPK, Ini Sikap Menteri Purbaya
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Taufik Rustam: Jadikan kekalahan sebagai pelajaran untuk bangkit 
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
270 Jembatan Bailey Dibangun Untuk Pulihkan Akses Pascabanjir dan Longsor Sumatera
• 23 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.