Analisis BMKG: Gempa Kuat di Talaud Dipicu Deformasi Lempeng Maluku

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan ilmiah terkait gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (10/1) malam. 

Hasil analisis terbaru menunjukkan gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 6,4 dan disebabkan oleh adanya aktivitas deformasi batuan pada Lempeng Maluku.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan bahwa jika ditinjau dari lokasi pusat gempa dan kedalamannya, peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku," kata Daryono dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, analisis mekanisme sumber mengungkapkan bahwa gempa ini memiliki pola pergerakan mendatar turun atau oblique normal.

Guncangan gempa dilaporkan terasa di berbagai wilayah dengan intensitas yang berbeda-beda. Di daerah Tobelo dan Kepulauan Sitaro, getaran mencapai skala III-IV MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata oleh banyak orang di dalam rumah. 

Sementara itu, di Morotai, Ternate, Minahasa Utara, serta Bitung, kekuatan gempa dirasakan pada skala II-III MMI, di mana getaran diibaratkan seperti truk yang sedang melintas.

Meski guncangan cukup kuat, masyarakat diminta untuk tidak panik karena peristiwa ini dipastikan aman dari risiko gelombang pasang. 

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Daryono.

Berdasarkan data hingga pukul 22.20 WIB, BMKG mencatat telah terjadi satu kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan Magnitudo 4,6.

Peristiwa utama terjadi pada pukul 21.58 WIB dengan titik koordinat 3,76° LU dan 126,95° BT. Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 31 kilometer, berjarak sekitar 40 kilometer ke arah tenggara Melonguane, Sulawesi Utara.

BMKG terus mengimbau warga agar tetap waspada dan memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi guna menghindari informasi simpang siur. (ant/dpi)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pidato Megawati di Rakernas I PDIP: Menyoal Bencana, Venezuela & Popularitas
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Komdigi Putuskan Blokir Sementara Aplikasi AI Grok Milik Elon Musk
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prediksi Final Piala Super Spanyol Barcelona vs Real Madrid
• 1 jam laluharianfajar
thumb
BMKG Beri Peringatan Hujan Merata di Seluruh Wilayah Jakarta Hari Ini
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
UEA Ikut Latihan Militer dengan Saudi, Hubungan Mencair?
• 3 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.