JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya (Persero) memperpanjang masa pembukaan fungsional Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum, hingga 22 Januari 2026.
Selain diperpanjang, pengoperasian ruas tol tersebut kini dilakukan 24 jam setiap hari. Sebelumnya, tol fungsional ini hanya dibuka pada pukul 08.00-18.00 WIB.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah memprioritaskan keterjagaan jalur logistik agar distribusi kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi tidak terhambat usai bencana banjir bandang dan longsor.
“Yang paling utama bagi kami adalah menjaga jalur logistik tetap terbuka. Akses masuk untuk bahan kebutuhan masyarakat dan kegiatan industri tidak boleh terputus,” kata Dody dalam keterangan resminya, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Bahas TKD Aceh, Dasco Langsung Telepon Presiden Prabowo
Pembukaan fungsional tol ini bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan, mempercepat mobilitas kendaraan tanggap darurat, dan menyediakan jalur alternatif dari Kota Banda Aceh menuju Kabupaten Pidie dan sekitarnya.
Karena masih dalam tahap konstruksi, pengoperasian tol dilakukan secara terbatas dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
Kementerian PU dan PT Hutama Karya menyiapkan berbagai kelengkapan keselamatan, seperti pemasangan rambu tambahan, penempatan petugas siaga, serta peningkatan patroli di sepanjang ruas tol.
Pengguna jalan juga diimbau mewaspadai sejumlah titik penyempitan lajur akibat potensi longsoran. Seluruh titik rawan telah dilengkapi perambuan tambahan dan pengawasan petugas.
Pada masa pembukaan fungsional ini, ruas tol dibuka dua arah dan diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I, serta angkutan logistik yang membawa bantuan dan kebutuhan darurat bagi masyarakat terdampak bencana.
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- tol sigli banda aceh
- bencana aceh
- bantuan logistik bencana aceh
- tol hutama karya
- kementerian pekerjaan umum
- menteri pu dody hanggodo




