Empat Ekor Hiu Paus Berhasil Ditandai

republika.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Empat ekor hiu paus berhasil ditandai (tagging) di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Upaya penandaan hewan bernama latin Rhincodon typus ini dilakukan Pertamina International Shipping (PIS) yang bekerjasama dengan Konservasi Indonesia.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Hingga saat ini, PIS berhasil menandai tujuh ekor hiu paus selama dua tahun terakhir. Proses penandaan hiu paus di perairan Derawan berlangsung beberapa waktu lalu. Keberhasilan penandaan sejumlah individu baru hiu paus menjadi kemajuan dalam upaya studi dan observasi ikan terbesar di dunia ini. Adapun empat hiu paus tersebut diberikan nama sesuai dengan nama kapal tanker kebanggaan PIS, yakni; Pride, Prime, Bangka, Belitung, seperti tertera dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2026).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Doa saat Iman Dilanda Keraguan
  • Anjuran Mengulang-ulang Doa
  • Banjir Setinggi 1 Meter Putus Akses Jalan di Tanjung Jabung Timur Jambi

“Tujuan utama tagging hiu paus ini adalah bagaimana kami dari PIS dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian fauna di Indonesia. Data-data yang kami kumpulkan bersama mitra yang berpengalaman diharapkan dapat mendukung upaya menjaga satwa yang sangat penting di lautan Indonesia. Dengan demikian, kami juga bisa mengatur operasional kami sehingga dapat berdampak positif terhadap keberlangsungan satwa tersebut,” ujar Manager CSR PIS Alih Istik Wahyuni.

Salah satu tujuan penandaan hiu paus ini juga agar PIS dapat mengenali rute-rute yang biasa dilintasi oleh populasi hiu paus di Nusantara sehingga kapal-kapal mereka dapat menghindari tabrakan rute yang sama. Dari hasil penelitian sejumlah pihak, tabrakan dengan kapal-kapal besar menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kematian hiu paus dan penurunan populasinya.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

“Data-data yang kami dapatkan dari hasil tagging hiu paus ini akan membantu kami memetakan jalur-jalur dan migrasi hiu paus tersebut. Data ini akan kami integrasikan dengan data pelayaran yang kami punya sehingga kami bisa meminimalisasi potensi risiko tabrakan hiu paus dengan kapal-kapal yang dioperasikan PIS. Dengan begitu kami juga bisa berkontribusi untuk menjaga kelestarian hiu paus di Indonesia,” imbuh Alih.

 

Pengunjung menaiki perahu wisata untuk melihat Hiu Paus (Rhincodon Typus) di objek wisata Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Rabu (22/5/2024). Sejak bulan Januari 2024 hingga 22 Mei 2024, tercatat 287 kemunculan Hiu Paus berdasarkan kalender kemunculan yang didata oleh kelompok pengawas di objek wisata unggulan Provinsi Gorontalo tersebut. - (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hari Ini, Layanan SIM Keliling di Jakarta Buka di Dua Titik
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Gempa Dahsyat M7,1 Guncang Kepulauan Talaud Sulut, BNPB: Belum Ada Laporan Korban Jiwa
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Kagum dengan Atmosfer di Axiata Arena, Fajar Alfian Harap Publik Istora Bisa Lebih Heboh di Indonesia Masters 2026
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Bob Weir Grateful Dead meninggal di usia 78 tahun
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
RMKE Jadi Bintang Baru Logistik Batubara, Diramal Tembus Rp10.000
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.