Jakarta, VIVA – Diet ekstrem kembali mencuri perhatian. Kali ini lewat diet karnivora yang mengandalkan konsumsi makanan berbasis hewani saja.
Pola makan ini semakin populer di media sosial dan forum kebugaran, terutama karena klaimnya yang menjanjikan penurunan berat badan dengan cepat tanpa perlu menghitung kalori atau menghindari lemak.
Namun, di balik tren tersebut, muncul pertanyaan besar, apakah diet karnivora benar-benar efektif dan aman untuk jangka panjang? Scroll untuk info lebih lanjut yuk!
Di tengah meningkatnya kasus obesitas dan kesadaran akan gaya hidup sehat, banyak orang rela mencoba metode diet yang terdengar tidak biasa. Diet karnivora bahkan dianggap sebagai versi ekstrem dari diet rendah karbohidrat.
Meski sebagian pelaku mengaku merasakan manfaat, dunia medis menilai pendekatan ini perlu dikaji lebih dalam sebelum dijadikan solusi penurunan berat badan.
Apa Itu Diet Karnivora?- freepik.com/mdjaff
Melansir dari Medical News Today, diet karnivora adalah pola makan yang hanya mengandalkan produk hewani, seperti daging merah, unggas, ikan, makanan laut, telur, serta produk susu. Diet ini secara ketat mengecualikan buah, sayuran, biji-bijian, dan sumber karbohidrat nabati lainnya.
Pendekatan ini mirip dengan diet rendah karbohidrat ekstrem. Sebuah artikel tahun 2018 mencatat bahwa diet rendah karbohidrat, termasuk diet karnivora, secara teori dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara menurunkan kadar gula darah dan membawa tubuh ke kondisi ketosis, yakni keadaan saat tubuh membakar lemak sebagai sumber energi utama.
Apakah Diet Karnivora Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?
Hingga saat ini, belum ada penelitian konklusif yang membuktikan bahwa diet karnivora aman dan efektif sebagai metode penurunan berat badan. Studi yang tersedia masih memiliki banyak keterbatasan, baik dari sisi desain maupun validitas data.
Salah satu data yang sering dikutip berasal dari survei tahun 2021 terhadap 2.029 orang yang menjalani diet karnivora selama enam bulan. Dari jumlah tersebut, 928 peserta melaporkan kondisi kelebihan berat badan atau obesitas, dan hampir 90 persen mengaku berat badannya membaik atau obesitasnya berkurang.




