Banjarbaru (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi dengan Magnitudo 7,1 terjadi di wilayah Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu malam.
Menurut informasi yang diekspose dari laman BMKG menyatakan bahwa pusat gempa berada di ke dalaman 17 kilometer dari arah 52 kilometer sebelah tenggara Melonguane.
BMKG menyampaikan bahwa data disampaikan pada tahap awal segera setelah kejadian sehingga masih dapat mengalami pembaruan seiring masuknya data yang lebih lengkap.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah,” demikian keterangan BMKG yang diterima di Banjarbaru, Kalimantan Selatan itu.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan berskala MMI III-IV di Tobelo, Kepulauan Sitaro, dan Ternate, Minahasa Utara, Bitung, hingga Morotai berskala II-III MMI.
BMKG menyebut gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun tetap mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada keterangan mengenai dampak kerusakan maupun korban.
Baca juga: BBMKG ungkap gempa dangkal di Kuta Bali miliki gerakan mendatar
Baca juga: BBMKG rekam 212 gempa swarm di Sesar Lombok Utara
Baca juga: BMKG: 4.634 gempa guncang wilayah NTT sepanjang 2025, nol tsunami
Menurut informasi yang diekspose dari laman BMKG menyatakan bahwa pusat gempa berada di ke dalaman 17 kilometer dari arah 52 kilometer sebelah tenggara Melonguane.
BMKG menyampaikan bahwa data disampaikan pada tahap awal segera setelah kejadian sehingga masih dapat mengalami pembaruan seiring masuknya data yang lebih lengkap.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah,” demikian keterangan BMKG yang diterima di Banjarbaru, Kalimantan Selatan itu.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan berskala MMI III-IV di Tobelo, Kepulauan Sitaro, dan Ternate, Minahasa Utara, Bitung, hingga Morotai berskala II-III MMI.
BMKG menyebut gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun tetap mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada keterangan mengenai dampak kerusakan maupun korban.
Baca juga: BBMKG ungkap gempa dangkal di Kuta Bali miliki gerakan mendatar
Baca juga: BBMKG rekam 212 gempa swarm di Sesar Lombok Utara
Baca juga: BMKG: 4.634 gempa guncang wilayah NTT sepanjang 2025, nol tsunami



