OTT Perdana KPK di 2026: Dugaan Suap Jerat Pejabat Pajak

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) perdana tahun 2026. Operasi ini menyasar pejabat pajak di Jakarta Utara (Jakut).

Perihat OTT itu dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. Dia mengatakan ada sejumlah pegawai pajak diamankan.

"Benar, beberapa pegawai pajak dan beberapa dari pihak WP (wajib pajak)," kata Fitroh saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).

Operasi KPK itu terkait dengan dugaan suap pengurangan nilai pajak. "Suap terkait pengurangan nilai pajak," kata Fitroh Rochyanto.

KPK mengamankan pejabat pajak dan pihak wajib pajak dalam OTT ini. Mereka saat ini masih diperiksa intensif penyidik.

"Para pihak selanjutnya dilakukan pemeriksaan intensif di gedung KPK Merah Putih," ujar jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (10/1).

Baca juga: Pejabat dan Wajib Pajak yang Kena OTT Diperiksa Intensif di KPK

Budi mengatakan total ada delapan orang yang diamankan. Penyidik juga mengamankan sejumlah uang, belum dirincikan jumlah uang yang diamankan.

"Tim telah mengamankan para pihak sejumlah 8 orang, beserta barang bukti dalam bentuk uang," ucap Budi.

Budi mengungkap 8 orang yang diamankan dalam OTT di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakut. Delapan orang itu terdiri dari 4 pegawai Ditjen Pajak dan 4 pihak swasta.

"Dalam kegiatan penyelidikan tertutup yang KPK lakukan, tim pada hari Jumat kemarin telah mengamankan sejumlah 8 orang. Empat di antaranya adalah pegawai pada Ditjen Pajak, dan empat lainnya adalah pihak swasta," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1).

Budi belum membeberkan identitas delapan orang yang diamankan tersebut. Dia mengatakan pemeriksaan masih terus dilakukan hingga saat ini.

"Saat ini para pihak yang diamankan masih terus dilakukan pemeriksaan secara intensif pada tahap penyelidikan," ujarnya.

Salah satu pihak yang diamankan merupakan perusahaan tambang.

"Iya," ujar juru bicara KPK Budi Prasetyo saat ditanya apakah ada pihak dari perusahaan tambang yang diamankan dalam OTT tersebut.

Budi belum memerinci identitas delapan orang tersebut. Dia hanya mengatakan delapan orang yang diamankan terdiri atas empat pegawai Ditjen Pajak dan empat pihak swasta.

"Nanti kami akan sampaikan terkait detailnya ya, perusahaan-perusahaannya," ujarnya.

Baca juga: 8 Orang Terjaring OTT KPK di Jakut: 4 Pegawai Ditjen Pajak, 4 Swasta




(lir/lir)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kepala KPP Madya Jakut dan 2 Staf Jadi Tersangka, Disebut Minta Fee Rp8 Miliar
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Pramono Hadiri Haul MH Thamrin, Tegaskan Komitmen Lindungi Warga Kecil
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Sjafrie Pastikan Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Turki Dibentuk DCA
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wanti-wanti Peneliti UGM Soal Superflu, Tetap Bisa Fatal Bagi yang Rentan
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Mengapa Defisit APBN dan Pertumbuhan Ekonomi 2025 Meleset dari Target?
• 22 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.