Saat Penanganan Sampah di Tangsel Belum Menemui Akhir

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com — Tumpukan sampah yang belum surut di sejumlah titik di Tangerang Selatan (Tangsel) membuat tenggat waktu penanganan darurat kembali diperpanjang.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan resmi memperpanjang status tanggap darurat sampah hingga 19 Januari 2026.

Evaluasi menunjukkan kondisi di lapangan belum sepenuhnya terkendali.

Di tengah perpanjangan tersebut, warga mengeluhkan bau menyengat dan penumpukan sampah yang berkepanjangan.

Baca juga: Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Selesai 5 Hari

Sementara itu, Pemkot Tangsel berjanji memaksimalkan pengiriman sampah ke lokasi sementara dan mempercepat pembersihan harian.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Benyamin Davnie, pemkot tangsel, TPA Cipeucang, penanganan sampah, sampah tangsel, Darurat sampah Tangerang Selatan&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMS8wNzM5MTE4MS9zYWF0LXBlbmFuZ2FuYW4tc2FtcGFoLWRpLXRhbmdzZWwtYmVsdW0tbWVuZW11aS1ha2hpcg==&q=Saat Penanganan Sampah di Tangsel Belum Menemui Akhir§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send(); Tanggap darurat diperpanjang

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, perpanjangan status darurat dilakukan setelah evaluasi menunjukkan masih banyak titik yang belum tertangani tuntas.

“Hasil dari evaluasi kemarin, tanggap darurat sampah di Tangerang Selatan sudah kita perpanjang,” ujar Benyamin saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).

Selama masa perpanjangan, penanganan difokuskan pada pusat aktivitas warga, seperti pasar dan ruas jalan utama.

Beberapa lokasi, seperti Pasar Cimanggis dan Pasar Jombang, disebut telah ditangani. Namun, sisa tumpukan masih terlihat di sejumlah trotoar dan jalan utama.

Selain itu, penanganan juga dilakukan di kawasan permukiman.

Baca juga: Gunung Sampah Setinggi 20 Lantai Ambruk, 50 Orang Terkubur

"Di luar itu juga ada penanganan sampah di titik-titik yang lainnya ya. Di dalam, di perumahan, dan seterusnya," kata Benyamin.

Mengapa penanganan belum selesai?

Berakhirnya status darurat pada 5 Januari tidak langsung menghilangkan tumpukan sampah di lapangan.

Di Pasar Cimanggis, Ciputat, dan Jombang, sampah masih menggunung dan meluber ke badan jalan.

Air lindi mengalir, disertai bau menyengat yang mengganggu pedagang dan pengunjung.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Hartini (42), pedagang sayur di Pasar Cimanggis, mengatakan kondisi memburuk sejak akhir Desember karena pengangkutan tidak dilakukan menyeluruh.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Momen Hangat Megawati Dicium Prananda dan Puan Usai Rakernas PDIP 2026, Bahas Isu Strategis hingga Bencana di Aceh
• 52 menit lalupantau.com
thumb
Derita Spasmodic Dysphonia, Nadin Amizah Harus Terapi Bicara
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
Inilah Kelakuan Pejabat DJP Sontoloyo, Setelah Fee Rp4 M Cair, Ketetapan Pajak Anjlok 80 Persen
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Bank Jateng Dukung Agenda Jalan Sehat Kerukunan di Kebumen
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Tetapkan 5 Orang Tersangka OTT Pajak, Total Suap yang Diterima Capai Rp 4 Miliar
• 10 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.