Keanggunan dari sebuah tas kulit membuat banyak orang terpana. Bagaimana tidak, sentuhan dari bahan ini dapat memberikan kesan mewah kepada seseorang yang memakainya. Ditambah jika produk fesyen itu merupakan keluaran dari jenama besar global.
Meski demikian, tas ini terbilang cukup manja untuk metode perawatannya. Kesalahan dalam pemakaian hingga peletakannya memiliki pengaruh yang besar terhadap risiko kerusakannya. Apa saja itu? Simak informasinya dalam artikel berikut ini.
5 kesalahan yang dapat merusak tas kulitTerdapat lima kesalahan umum yang sering dilakukan dalam merawat tas kulit. Mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga cara menyimpannya. Berikut informasinya yang sudah kumparanWOMAN kemas untuk kamu.
1. Mengisi tas dengan terlalu banyak barangSiapa di sini yang suka bawa barang banyak dalam satu tas? Selain berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tubuh, kebiasaan ini berdampak pada struktur dari sebuah tas kulit.
Dikutip dari Good Housekeeping, membawa barang yang terlalu berat dapat memberikan tekanan berlebih pada tas. Jika dilakukan terus-menerus, hal ini bisa menyebabkan kerusakan atau perubahan bentuk. Salah satu contohnya adalah tali tas yang mulai melar bahkan berisiko putus.
2. Salah memilih produk pembersih tasSandy Tuzumen, pendiri Moja Bag Repair asal Belanda mengatakan banyak tas yang rusak karena kesalahan dalam membersihkannya. Contohnya menggunakan tisu basah dan pembersih bahan kimia yang keras untuk membersihkan tas kesayangan mereka.
"Selama bertahun-tahun, saya telah melihat banyak tas desainer rusak karena kesalahan sederhana namun mahal, seringkali karena menggunakan produk pembersih yang salah," ujar Sandy.
Ia menyarankan untuk menggunakan kain mikrofiber yang lembut untuk membersihkan tas. Sandy juga menganjurkan untuk jangan lupa rutin membersihkan tas setiap enam bulan sekali.
3. Menyimpan tas secara sembaranganTas kulit tidak bisa disimpan secara asal, Ladies. Meletakkannya di tempat lembap atau terpapar sinar matahari berlebihan dapat memicu pertumbuhan jamur, menyebabkan warna memudar, hingga membuat kulit tas mengelupas. Kamu tentu tidak ingin hal ini terjadi, bukan?
Untuk menghindari risiko tersebut, simpan tas kulit di dalam dust bag berbahan kain bukan plastik agar tetap terlindungi dari debu sekaligus memiliki sirkulasi udara yang baik. Kamu juga bisa menyimpannya di dalam lemari yang sejuk, kering, dan memiliki ventilasi memadai. Lemari kaca bisa menjadi salah satu pilihan karena membantu melindungi tas dari debu sekaligus memudahkan pemantauan kondisi tas secara berkala.
4. Membiarkan tas kulit terkena airAir menjadi hal yang perlu dihindari oleh barang yang terbuat dari kulit. Dikutip dari Old Town Leather Goods, membiarkan tas kulit terkena air dalam waktu yang intens dapat kerusakan pada tas. Contohnya menyebabkan pertumbuhan jamur jika tidak dikeringkan dengan benar.
Saat tas sudah terkena air, kamu hanya perlu menepuk-nepuk secara perlahan menggunakan kain bersih dan kering untuk menyerap kelembapan. Hindari menggosok kulit tas secara kasar, menjemurnya di bawah sinar matahari langsung, atau menggunakan alat pengering yang menghasilkan panas tinggi. Sebab, hal itu dapat memperparah kerusakan tas.
5. Mengabaikan kerusakan kecilKerusakan ringan seperti goresan halus atau jahitan yang mulai longgar kerap diabaikan oleh pemilik tas. Meski terlihat sepele, kondisi ini dapat berdampak serius pada usia pakai dan kualitas tas kulit.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan kecil berpotensi berkembang menjadi masalah yang lebih besar dan sulit diperbaiki. Untuk goresan ringan, kamu bisa mengatasinya dengan mengoleskan leather conditioner untuk membuat permukaannya samar. Sementara itu, jahitan yang longgar sebaiknya segera diperbaiki oleh profesional. Lakukan perbaikan secepat mungkin, karena jika terlalu parah biaya akan semakin mahal.
Baca juga: 10 Rekomendasi Tas Lokal dengan Kualitas Bagus dan Harga Terjangkau




