JAKARTA, DISWAY.ID – Data terbaru korban banjir Sumatera terus bertambah, di mana BNPB mengungkapkan bahwa akumulasi korban meninggal dunia mencapai 1.182 jiwa.
Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mencatat adanya penambahan korban jiwa di tiga titik berbeda, yang membuat total akumulasi korban meninggal dunia kini mencapai 1.182 orang.
Berdasarkan laporan pemutakhiran data, tambahan korban meninggal tersebut berasal dari Aceh Utara sebanyak satu jiwa, Langkat dua jiwa, dan Tapanuli Tengah satu jiwa.
Pemerintah pun menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas terus bertambahnya angka kematian dalam musibah ini.
BACA JUGA:Alasan KPK Tak Menahan Gus Yaqut yang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Haji
BACA JUGA:TKD Aceh Tak Dipangkas, Purbaya: Disetujui Presiden
“Kami sampaikan simpati dan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Per hari ini, validasi data menunjukkan jumlah total korban meninggal dunia telah menyentuh angka 1.182 jiwa,” ujar Abdul saat konferensi pers di kantor BNPB, Minggu 11 Januari 2026.
Selain korban jiwa, proses validasi terhadap warga yang dinyatakan hilang juga terus dilakukan secara ketat. Hingga saat ini, tercatat masih ada 145 orang yang belum ditemukan.
Sementara itu, beban di pengungsian masih sangat berat, dengan total 238.627 jiwa yang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan bertahan di tenda-tenda darurat.
Fokus Pemulihan Akses di Jalur TerisolirTerkait status kebencanaan, sebanyak 14 kabupaten/kota di Provinsi Aceh kini telah bergeser statusnya dari Tanggap Darurat ke Transisi Darurat.
BACA JUGA:Siapa Sosok Mantan Aurelie Moeremans yang Jadi Pelaku Grooming? Disebut Masih Aktif di Dunia Entertainment
BACA JUGA:Skema Tabel Cicilan Pinjaman KUR BRI 2026 Mulai Rp10 Juta, Cairkan Modal Usaha dengan Mudah secara Online
Namun, empat kabupaten lainnya yakni Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya secara resmi memperpanjang status Tanggap Darurat.Keempat wilayah tersebut menjadi fokus utama pemerintah saat ini karena akses jalan darat yang masih lumpuh.
Kondisi ini menyulitkan distribusi logistik bagi warga yang tinggal jauh dari posko utama.
“Kami fokus pada pemulihan jalur darat agar logistik bisa masuk melalui truk besar. Meski begitu, distribusi via udara tetap kami kerahkan untuk menjangkau titik-titik masyarakat yang tersebar di pelosok kecamatan dan desa yang sulit ditembus,” pungkas Abdul.
- 1
- 2
- »




