JAKARTA, DISWAY.ID - Basarnas menghentikan operasi pencarian korban Kapal KM Putri Sakinah yang tenggelam di Labuan Bajo hingga menewaskan Pelatih Valencia beserta 3 anaknya.
Operasi yang memakan waktu 15 hari itu resmi ditutup pada Jumat, 9 Januari 2026.
BACA JUGA:Daftar Pemenang Golden Disc Awards 2026, Jennie BLACKPINK Borong 3 Penghargaan
BACA JUGA:Bukan Sekadar Tanggal! Ini Lirik Lagu 11 Januari dari Band Gigi Lengkap Maknanya, Cinta Abadi Armand Maulana dan Dewi Gita
Sampai saat oni, satu anak pelatih Valencia Martin Carreras Fernando yang menjadi korban tak ditemukan.
Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, mengatakan pencarian korban ditutup pukul 12.00 WITA.
Pencarian ditutup secara resmi oleh Badan Badan SAR Nasional.
"Sekitar jam 12.00 Wita Jumat kemarin kami akhiri proses pencarian," kata Fathur, Sabtu, 10 Januari 2026.
BACA JUGA:El Clasico Indonesia: Persija Diangkut Lima Rantis saat Tandang ke Persib, Psy War Ramai di Medsos!
BACA JUGA:Eks Ajudan Mendominasi Ring 1 Prabowo Dinilai Bikin Komunikasi Presiden Terhambat
Untukt diketahui, Fernando beserta 3 anaknya tenggelam saat berwisata di KM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat, 26 Desember 2025 malam.
Tiga jenazah korban sudah ditemukan, yakni Fernando, putrinya berusia 12 tahun, dan anak laki-laki berusia 10 tahun.
Jasad Fernando sendiri pada 4 Januari dan putrinya ditemukan pada 29 Desember 2025 di dekat Pulau Rinca. Jenazah mereka ditemukan mengapung di sekitar perairan Pulau Rinca dan Pulau Serai.
BACA JUGA:Alasan KPK Tak Menahan Gus Yaqut yang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Haji
Sementara, satu korban yakni anak laki-laki Fernando ditemukan dalam bangkai kapal pinisi yang mereka tumpangi pada Selasa, 6 Januari 2026. Kapal motor itu terdampar di Pantai Pede, Pulau Komodo, sejauh 14 kilometer dari lokasi kapal tenggelam.
- 1
- 2
- »




