Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyatakan, politik harus dijalankan sebagai alat pengabdian kepada rakyat, bukan sekadar sarana mengejar jabatan atau popularitas.
Hal itu disampaikan Megawati dalam pidato politiknya pada peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan dan pembukaan Rapat Kerja Nasional I Tahun 2026 di Jakarta, Sabtu (11/1).
Advertisement
Megawati menegaskan, politik merupakan tanggung jawab moral sejarah, bukan ruang untuk kepentingan pribadi. Dia pun mengingatkan, seluruh kader PDI Perjuangan agar menjadikan setiap langkah politik sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar upaya meraih kekuasaan.
“Seorang pejuang sejati tidak mengejar popularitas, melainkan tanggung jawab; tidak mencari pujian, melainkan pengabdian,” kata Megawati seperti dikutip Minggu (12/1/2025).
Menurut Megawati, politik yang kehilangan dimensi moral akan menjauh dari rakyat dan melupakan tujuan dasarnya sebagai alat untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama. Karena itu penting ditekankan, untuk mengembalikan politik pada nilai-nilai gotong royong dan keberpihakan kepada rakyat.
Menurut putri sang proklamator itu, ukuran keberhasilan seorang kader tidak ditentukan oleh banyaknya jabatan yang pernah diduduki. Sebab pada akhirnya, sejarah akan menilai sikap politik seseorang berdasarkan keberpihakannya pada kebenaran ketika menghadapi ujian.
“Sejarah tidak akan bertanya berapa jabatan yang pernah kalian duduki. Sejarah akan bertanya, di pihak siapa kalian berdiri ketika kebenaran diuji,” ujarnya.



