Kesiapan Situbondo menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Situbondo (ANTARA) - "Bismillah maa sya Allah laa hawla quwwata illa billahil aliyyiladhim", atau bisa diartikan "Dengan nama Allah, Mahasuci Allah, tiada daya dan upaya, kecuali kekuatan Allah".

Kalimat zikir itulah yang disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, menanggapi semakin nyaringnya kabar pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 Tahun 2026, akan digelar di Situbondo, Jawa Timur.

Pernyataan cucu dari tokoh kunci pendirian organisasi Nahdlatul Ulama KHR As'ad Syamsul Arifin itu, sarat akan makna spiritual, dan menegaskan sikap rendah hati serta mengakui tak ada kekuatan yang mampu melampaui ketetapan-Nya dalam menyikapi derasnya kabar bahwa konferensi tertinggi organisasi terbesar di Indonesia tersebut akan dilaksanakan di Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo.

"Jawaban kami (mengenai kabar Muktamar NU akan dilaksanakan di Situbondo) adalah, 'Bismillah maa sya Allah, la hawla quwwata illa billahil aliyyiladhim'," kata Kiai Azaim.

Pada Minggu, 4 Januari 2026, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy ikut dalam tapak tilas berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), yang diawali dengan ziarah ke makam Syaikhona Muhammad Kholil di Kabupaten Bangkalan, Madura, kemudian dilanjutkan ke makam Sunan Ampel (Surabaya), lalu ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Kiai Azaim, bersama dengan peserta tapak tilas, menelusuri jejak bersejarah berdirinya organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Tapak tilas itu dilakukan untuk mengenang apa yang dilakukan oleh pahlawan nasional KHR As'ad Syamsul Arifin, yang merupakan tokoh kunci dan perantara dalam proses pendirian NU, dengan menyampaikan pesan dari gurunya, Syaikhona Kholil Bangkalan, kepada KH Hasyim Asy'ari dan menjadi cikal bakal berdirinya NU pada 31 Januari 1926.

Tapak tilas NU sebagai momen penting menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dan spiritual serta perjuangan para ulama pendiri NU.

Peran Kiai As'ad sebagai salah satu pendiri NU, yakni mengantarkan tongkat dan ayat Alquran, tasbih, serta ajaran Asmaul Husna dari Syaikhona Kholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asy'ari, mengandung pesan petunjuk direstuinya pendirian organisasi NU.

Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, memiliki rekam jejak yang panjang untuk kembali menjadi tuan rumah muktamar Nahdlatul Ulama.

Pesantren di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, itu menjadi tuan rumah Muktamar ke-27 NU pada tahun 1984, yang melahirkan keputusan monumental penerimaan Pancasila sebagai azas tunggal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kabar pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang akan dihelat di Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo makin menguat, seiring munculnya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Situbondo.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengaku telah mengusulkan Situbondo sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU, dan usulan itu disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik secara formal maupun informal.

Kabupaten Situbondo memiliki legitimasi historis, dan kesiapan sosial yang kuat untuk kembali menjadi tempat atau tuan rumah musyawarah tertinggi organisasi NU.

"Situbondo punya sejarah penting bagi NU, terutama muktamar ke-27 di Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, yang melahirkan keputusan besar tentang Pancasila. Spirit itu masih hidup dan dirawat, hingga saat ini," kata Bupati Rio.

Pemerintah daerah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh apabila Situbondo dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar NU tahun ini.

Dukungan tersebut mencakup kesiapan infrastruktur, koordinasi lintas sektor, hingga pelibatan masyarakat pesantren dan warga Nahdliyin.

"Tentu kami bergembira jika Muktamar NU dilaksanakan di Situbondo, dan kami sangat siap. Pengalaman sejarah tahun 1984 menunjukkan Situbondo pernah menjadi bagian dari dinamika besar NU, mudah-mudahan kali ini Situbondo kembali dipercaya," katanya.

Situbondo memiliki keterkaitan historis kuat dengan NU, dan peran ulama Situbondo menjadi bukti bahwa Situbondo merupakan bagian penting mata rantai sejarah NU di Nusantara.

Muktamar NU bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum kebangsaan dan keumatan. Pemerintah daerah tentu berkewajiban hadir dan memastikan semuanya berjalan dengan baik.

Penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di Situbondo akan membawa dampak positif bagi penguatan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, serta perekonomian masyarakat lokal.

Selain itu, muktamar NU ini menjadi ruang memperkuat ukhuwah dan peran NU dalam menjawab tantangan zaman.

Sementara Rektor Universitas Ibrahimy Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Dr Khoirul Anwar menilai usulan Muktamar ke-35 NU di Situbondo sangat tepat, karena memiliki sejarah penting dalam perjalanan NU.

Muktamar ke-35 berada dalam posisi strategis, karena akan menjadi ruang pengukuhan peran serta fungsi organisasi di tengah dinamika sosial kebangsaan.

Bahkan, dalam berbagai momentum strategis, Situbondo selalu turut berperan dalam perjalanan NU.

Secara teknis dan pengalaman, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo siap, jika ditunjuk kembali menjadi tuan rumah muktamar NU.

Selain pernah menjadi tuan rumah muktamar, kawasan tersebut juga kerap menggelar berbagai agenda berskala nasional, hingga internasional.

Jika muktamar kembali digelar di Situbondo, dampaknya tidak hanya dirasakan secara organisatoris, tetapi juga memperkuat ukhuwah di kalangan warga NU serta memberi efek ekonomi bagi masyarakat sekitar, dan secara jam’iyah serta ukhuwah, masyarakat santri akan menyatu membantu, baik secara lahir maupun batin.




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PUBG Mobile Hadirkan Dunia Peaky Blinders lewat Kolaborasi Eksklusif hingga 5 Februari 2026
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Kode Etik Akuntan Indonesia: Pedoman dan Tanggung Jawab Profesi
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Banjir Kanal Barat Disulap Jadi Arena Dayung Nasional, 511 Atlet Ramaikan Lomba
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Suasana Batin Gus Yahya saat Yaqut Cholil Qoumas Ditetapkan Tersangka KPK, Tegaskan Tak Ada Kaitan dengan PBNU
• 11 jam laludisway.id
thumb
Silaturahmi Menteri Hukum dan Pemred, Bahas KUHP, KUHAP, Hingga Bantuan Hukum
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.