Jakarta, tvOnenews.com - Menilik alasan mengapa ajang Liga Voli Thailand 2025-2026 yang diramaikan oleh Rivan Nurmulki dan Doni Haryono sepi penonton.
Saat ini sejumlah turnamen voli lokal di berbagai negara di penjuru dunia telah bergulir, termasuk Liga Voli Thailand untuk musim 2025-2026 yang sudah bergulir sejak Rabu (7/1/2026) hingga 5 April mendatang.
Turnamen yang juga bernama Volleyball Thailand League (VTL) itu diketahui menerapkan sistem round-robin atau setengah kompetisi. Sehingga nantinya setiap tim akan saling berhadapan satu kali sepanjang musim reguler.
Kemudian semua pertandingan Liga Voli Thailand juga digelar dengan sistem home tournament atau menggunakan venue terpusat, bukan kandang masing-masing klub yakni di MCC Hall.
Sesuai dengan regulasi yang ditetapkan penyelenggara, setiap tim diberikan kesempatan untuk merekrut pemain tambahan dari luar negeri. Masing-masing klub diperbolehkan memiliki maksimal dua pemain asing serta satu pemain asal kawasan Asia Tenggara.
Pada turnamen VTL musim ini terdapat dua pemain andalan Timnas Voli Indonesia yang berpartisipasi. Mereka adalah Doni Haryono tercatat memperkuat Nakhon Ratchasima, sementara Rivan Nurmulki akan membela Diamond Food VC.
- Instagram/diamondfoodvc
Meski demikian, VTL musim ini dikabarkan sepi penonton. Hal ini juga diperkuat dengan informasi yang berikan oleh media Volleytrails di media sosial.
VTL disebutkan memiliki tantangan kekurangan sponsor. Hal ini juga sudah dikonfrimasi oleh Presiden Asosiasi Bola Voli Thailand, Somporn Chaibangyang.
Somporn Chaibangyang selaku Ketua Umum PBVSI-nya Thailand mengungkapkan bahwa Liga Voli Thailand memang masih membutuhkan mitra (sponsor) tambahan agar dapat menyelenggarakan turnamen dengan lebih efisien.
Dampak dari kurangnya sponsor salah satunya ialah VTL yang digelar di MCC Hall merupakan venue dengan kapasitas tempat duduk yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan negara-negara tentangga seperti Filipina maupun Indonesia.
Selain itu sepinya penonton juga dikabarkan karena jumlah pemain asing yang terbatas dalam kompetisi, sehingga turut berkontribusi pada daya tarik liga yang lebih rendah secara keseluruhan bagi penggemar dan sponsor.



