Kudus: Ratusan rumah di tujuh desa di Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terdampak banjir akibat melimpasnya air sejumlah sungai menyusul curah hujan tinggi. Tujuh desa tersebut meliputi Desa Kesambi, Jojo, Mejobo, Golantepus, Temulus, Tenggeles, dan Hadiwarno.
"Berdasarkan data sementara ada 870 rumah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Mejobo sejak Sabtu (10 Januari), meskipun saat ini untuk genangan di jalan sudah mulai surut," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Eko Hari Djatmiko, dikutip dari Antara, Minggu, 11 Januari 2026.
Di Desa Kesambi tercatat ada 35 rumah terdampak banjir, Jojo sebanyak 200 rumah, Mejobo 425 rumah, Golantepus 150 rumah, Temulus 20 rumah, dan Tenggeles 40 rumah. Banjir tersebut disebabkan melimpasnya air sungai yang melintasi desa-desa setempat.
Baca Juga :
Longsor Jembatan Colo Kudus, Truk Tangki dan Mobil Terjun ke JurangBanjir di Desa Kesambi karena melimpasnya Sungai Piji, Desa Joko karena melimpasnya Sungai Piji dan Logung, Desa Mejobo melimpasnya Sungai Dawe dan Piji, Desa Golantepus melimpasnya Sungai Dawe dan Mrisen, Desa Temulus karena melimpasnya Sungai Dawe, Piji, dan Mrisen, serta Desa Tenggeles akibat melimpasnya Sungai Piji dan Jati Pasean.
Sementara banjir di Desa Hadiwarno disebabkan melimpasnya Sungai Dawe dan Mrisen. Untuk sementara tercatat 20 hektare areal persawahan terdampak, sedangkan terhadap rumah warga masih dalam perhitungan. Ketinggian genangan bervariasi antara 5-40 sentimeter.
Banjir di salah satu desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Sebelumnya, beberapa desa juga terdampak banjir yang tersebar di Kecamatan Kota, Jekulo, dan Bae. Namun, saat ini sudah surut.
Banjir di tiga kecamatan tersebut juga karena melimpasnya Sungai Gelis yang mengakibatkan banjir di Kecamatan Kota. Sedangkan di Kecamatan Jekulo karena melimpasnya Sungai Piji dan Jati Pasean, dan Kecamatan Bae disebabkan melimpasnya Sungai Dawe dan Sungai Nolo.

