Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Barcelona, Joan Laporta, seakan menabuh genderang perang menjelang El Clasico. Dia menyebut bahwa hubungan dengan Real Madrid sangatlah buruk.
La Blaugrana akan berkesempatan untuk meraih titel pertamanya musim ini pada Senin (12/1/2026) dini hari nanti WIB. Ada duel klasik kontra Real Madrid di final Piala Super Spanyol, yang digelar di Jeddah, Arab Saudi.
Laporta pun bertekad untuk bisa meraih gelar pertamanya di musim ini. Terlebih, mereka menang meyakinkan dengan skor 5-0 atas Athletic Bilbao pada laga semifinal.
“Kami tidak sabar untuk memenangkan titel ini, yang pertama yang bisa kami menangkan musim ini. Kami pantas mencapai final,” kata Laporta, dilansir Marca.
“Kami semua ingin mengawali tahun 2026 dengan titel. Kapan pun kami meraih gelar juara Piala Super, kami biasanya memenangkan lebih banyak gelar. Musim yang menuntun Anda. Kami sangat siap secara mental,” tambahnya.
Meski menang meyakinkan atas Bilbao, Laporta tak menganggap Barca sebagai unggulan. Dia menganggap bahwa tidak ada unggulan di final.
“Dalam final tidak ada tim favorit, apa pun bisa terjadi. Saya akan memberikan banyak contoh. Tidak ada tim favorit dalam final. Kedua tim akan menggunakan kartu truf mereka untuk menang,” katanya.
“Semangat tim kami lebih unggul daripada lawan, tetapi mereka juga memiliki kemampuan untuk menang, seperti yang kita lihat di semifinal,” tambahnya.
Real Madrid juga sukses menang dengan meyakinkan atas Atletico Madrid lewat skor 2-1. Walau Laporta merasa bahwa Los Rojiblancos pantas untuk mendapatkan lebih.
“Kami memasuki final dengan kuat, kami memainkan pertandingan yang hebat melawan Athletic, dan kami yakin bahwa jika kami bermain dengan intensitas yang sama, kami dapat memenangkannya,” tutur Laporta.
“Atletico Madrid, di sisi lain, pantas mendapatkan lebih. Dengan ini saya ingin memberi tahu Anda bahwa dalam final tidak pernah ada tim favorit,” jelas sang Presiden Barcelona.
Barcelona dan Real Madrid selalu memiliki rivalitas yang mengakar. Namun, situasi memburuk karena kasus Negreira, dengan Madrid menuntut Barca ke jalur hukum dan menuntut jutaan euro.



