BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sulsel Waspada Banjir

kompas.id
9 jam lalu
Cover Berita


MAKASSAR, KOMPAS—Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan  Geofisika Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca di Sulawesi Selatan. Sejumlah wilayah diminta mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi menyebabkan banjir dan longsor.

Peringatan ini dikeluarkan di Makassar, Minggu (11/1/2026) dan berlaku hingga Rabu (14/1/2026). Wilayah yang diminta waspada adalah Kota Makassar, Kabuoaten Maros, Pangkajene Kepulauan, Gowa, Takalar, hingga Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Secara umum cuaca beberapa hari terakhir disebabkan faktor normal dari kondisi monsun barat dan adanya peningkatan suhu muka Laut Jawa. Hal ini menyebabkan akumulasi uap air diatas Laut Jawa yang dibawa oleh angin Monsun Asia dan terbawa hingga ke Sulawesi bagian selatan,” kata Primohadi, Analis Cuaca BMKG Wilayah IV Makassar, Minggu (11/1/2026).

Kondisi ini akan menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dibarengi petir dan kilat. Angin kencang juga berpotensi terjadi di Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan. Karena itu pemerintah daerah diminta mewaspadai potensi terjadinya banjir dan longsor.

Di Kota Makassar hujan dan angin kencang sepekan terakhir menyebabkan sejumlah wilayah mulai tergenang. Banjir di antaranya terjadi di daerah Daya, Kecamatan Biringkanaya. Angin kencang sebelumnya juga terjadi dan menyebabkan kerusakan rumah warga.

Kepala BPBD Kota Makassar HM Fadli Tahar mengatakan tim telah turun ke lokasi terdampak banjir.  “Untuk sementara, sejumlah warga terdampak di Daya mengungsi ke kantor kelurahan Katimbang. Kami juga telah mengeluarkan peringatan untuk siaga banjir di beberapa wilayah,” katanya.

Baca JugaSiklon Jadi Keniscayaan, Sulsel Harus Bersiap Hadapi Normal Baru Bencana

Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanussin Ilham Alimuddin mengatakan, jejak bencana hidrometeorologi beberapa tahun terakhir di Sulsel  harus menjadi pelajaran berharga untuk langkah mitigasi.

Untuk sementara, sejumlah warga terdampak di Daya mengungsi ke kantor kelurahan Katimbang.

Dia mengatakan, dalam kondisi seperti ini, rencana jangka pendek dan jangka panjang sebagai bentuk mitigasi adalah hal mendesak yang harus dilakukan. Mitigasi bukan hanya perihal perangkat teknologi canggih  untuk prakiraan cuaca tapi bagaimana agar Informasi cuaca ini sampai ke masyarakat terutama di daerah yang rentan.

“Selama ini BMKG rutin mengeluarkan prakiraan cuaca mulai dari harian hingga mingguan. Bahkan untuk ancaman cuaca ekstrem ada peringatan dini. Tapi ternyata banyak masyarakat yang sulit mengakses. Ini menjadi tantangan BPBD untuk mempersiapkan support system informasi di daerah,” jelas Ilham.

Sebelumnya, Kepala BPBD Sulsel Amaon Padolo mengatakan, terkait persoalan cuaca dan belajar dari kasus Sumatera, ada berbagai langkah yang harus dilakukan di Sulsel. Langkah ini di antaranya adalah sistem peringatan dini inklusif dan penataan ruang berbasis risiko. Selain itu pemguatan komunitas tangguh dan mempersiapkan pemulihan jangka panjang.

Baca JugaSulsel yang Kian Rentan Bencana Hidrometeorologi

“Perlu ada kolaborasi multi aktor dan sektor seperti dengan perguruan tinggi, masyarakat yang akan berpartisipasi aktif dalam mitigasi dan pemulihan bencana, aparat TNI/Polri, relawan, dan lembaga swadaya maayarakat,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
10 Tujuan Favorit Wisatawan Asing Dengan Menggunakan Kereta Api
• 4 jam lalumerahputih.com
thumb
Gekira Hijaukan Tapanuli Utara dengan Sejuta Pohon
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Berangnya Kendall Jenner Dituding Operasi Plastik Wajah
• 4 jam laluinsertlive.com
thumb
Cetak gol pertama untuk Chelsea, Hato semringah
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Derby Panas di GBLA, Ini Susunan Pemain Persib Bandung vs Persija Jakarta
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.