Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Banjarbaru
Ratusan guru, siswa, dan tenaga kependidikan bersiap menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto dalam acara peluncuran Program Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi tonggak penting penguatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Indonesia.
Presiden Prabowo dijadwalkan hadir bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih serta sejumlah kepala daerah. Peluncuran dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berlokasi di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru.
Sekitar dua ribu peserta dari berbagai unsur terlibat dalam kegiatan ini. Sejumlah siswa Sekolah Rakyat akan menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari paduan suara, teater, pidato, hingga baris-berbaris variasi di hadapan Presiden. Para peserta didik tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang Selatan, Aceh Besar, Malang, Probolinggo, Jombang, Pasuruan, Kupang, Makassar, hingga Jayapura.
Salah satu siswa yang terlibat, Earlene Naifah Widyadana (15) dari SRT 8 Jombang, akan bertugas sebagai pembawa acara. Naifah mengaku tidak pernah membayangkan bisa terlibat langsung dalam agenda kenegaraan dan bertemu Presiden.
“Senang sekali dan masih enggak percaya. Saya juga baru pertama kali naik pesawat. Alhamdulillah bisa sampai di sini dan bisa bertemu Pak Prabowo,”ujar Earlene dalam keterangan tertulis, Minggu, 11 Januari 2026.
Meski merasa gugup, Naifah terus berlatih agar dapat tampil maksimal.
“Awalnya santai, tapi makin dekat hari H rasanya jadi deg-degan, apalagi ini pertama kali bertemu Presiden,”ungkap Naifah.
Berasal dari keluarga sederhana dengan ayah yang bekerja serabutan, Naifah menyebut Sekolah Rakyat menjadi jalan baginya untuk tetap mengenyam pendidikan.
“Kalau tidak ada program ini, mungkin saya tidak bisa sekolah. Saya sangat bersyukur,” tuturnya.
Hal senada disampaikan guru Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang, Maria Cindayani Rosari Limun. Ia menyambut positif peluncuran program ini karena dinilai menyasar anak-anak yang benar-benar membutuhkan.
“Dengan peluncuran ini, masyarakat akan semakin tahu bahwa Sekolah Rakyat sangat bermanfaat dan tepat sasaran,”ucap Maria.
Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat di Nusa Tenggara Timur, khususnya Kupang, dapat terus bertambah dan tersedia hingga jenjang lebih tinggi.
“Anak-anak yang membutuhkan pendidikan sangat banyak. Saya berharap tidak hanya sampai SMP, tetapi juga bisa sampai SMA,”tambahnya.
Hingga saat ini, sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi sejak 2025. Sementara itu, 104 Sekolah Rakyat permanen juga tengah dibangun dan ditargetkan mencapai 200 titik pada 2027.
Editor: Redaktur TVRINews




