Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Banjarbaru
Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan untuk meresmikan program Sekolah Rakyat pada Senin, 12 Januari 2026 besok.
Peresmian dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo Subianto dan masuk dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
“Karena ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas dan menjadi berdaya. Ini istimewa dan ini tentu legacy dari Bapak Presiden Prabowo,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Minggu, 11 Januari 2026.
Gus Ipul menjelaskan, pendirian Sekolah Rakyat dilatarbelakangi masih tingginya angka anak dari keluarga miskin yang kesulitan mengakses pendidikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah.
Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Proses rekrutmen siswa tidak menggunakan tes akademik, melainkan berdasarkan DTSEN dan verifikasi langsung ke rumah calon siswa oleh pendamping di lapangan.
Pada masa matrikulasi awal semester, setiap siswa mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis untuk mengidentifikasi kondisi kesehatannya.
Selain itu, siswa juga menjalani DNA talent mapping guna memetakan potensi dan bakat secara lebih mendalam.
Sejak mulai beroperasi pada 2025, Sekolah Rakyat rintisan telah dibuka di 166 lokasi secara bertahap. Lokasinya tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Total sebanyak 15.945 siswa telah mengikuti proses pendidikan selama satu semester pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026.
“Senin nanti akan diresmikan atau diluncurkan secara resmi Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik,” kata Gus Ipul.
Ke depan, jumlah Sekolah Rakyat ditargetkan terus bertambah hingga 500 sekolah. Setiap sekolah dirancang mampu menampung sekitar 1.000 siswa.
Selain memberikan manfaat pendidikan, Sekolah Rakyat juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Hingga tahap awal, program ini melibatkan 7.107 tenaga kerja yang terdiri atas 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang telah dimulai di 104 titik sejak 2025.
Sekolah Rakyat mengusung konsep sekolah berasrama. Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari seragam, makan, asrama, hingga peralatan sekolah, sepenuhnya ditanggung oleh negara.
Format asrama dipilih untuk membentuk karakter siswa agar lebih mandiri, disiplin, dan memiliki keterampilan, di samping kemampuan akademik.
Dari sisi pembelajaran, Sekolah Rakyat menggunakan kurikulum khusus dengan pendekatan Multi Entry–Multi Exit serta pendekatan individual.
Sistem ini memungkinkan siswa masuk kapan saja dan belajar sesuai capaian masing-masing, tidak terpaku pada kalender akademik konvensional. Hasil DNA talent mapping menjadi dasar pengembangan karakter, kecerdasan, dan keterampilan siswa.
Program Sekolah Rakyat berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial dan melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.
Program ini dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan terpadu, karena terintegrasi dengan sejumlah program prioritas pemerintah, seperti pemberdayaan orang tua, perbaikan rumah, bantuan sosial, jaminan kesehatan, hingga program makan bergizi dan cek kesehatan gratis.
“Rumahnya akan dibantu, orang tuanya menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, mendapat bantuan sosial sesuai periode, PBI JKN, makan bergizi, dan cek kesehatan,” ucap Gus Ipul.
Selain itu, proses hilirisasi siswa telah disiapkan sejak awal. Lulusan Sekolah Rakyat akan diarahkan sesuai minat dan kemampuannya, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun langsung masuk ke dunia kerja.
Kementerian Sosial telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan kementerian terkait untuk memfasilitasi beasiswa serta penempatan kerja bagi lulusan Sekolah Rakyat.
Dengan peresmian ini, pemerintah berharap Sekolah Rakyat menjadi tonggak penting dalam perluasan akses pendidikan sekaligus penguatan strategi pengentasan kemiskinan nasional.
Editor: Redaksi TVRINews


