FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Selain pohon tumbang, cuaca ekstrem yang melanda Kota Makassar juga mengakibatkan atap sebuah indekos di Jalan Keindahan 12, Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, roboh, Minggu (11/1/2026).
Atap beton indekos Pondok Puang Sabri itu ambruk dan menimpa penghuni kamar 10, sepasang suami istri yang saat kejadian tengah berada di dalam kamar tertimpa.
Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar, Ismail Abdullah, mengatakan laporan kejadian diterima Posko Damkar BTP sekitar pukul 15.30 Wita.
Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras disertai angin kencang menerjang kawasan BTP.
“Kemudian salah satu bangunan di sini terkena dan atapnya roboh. Sehingga dindingnya juga ikut roboh,” ujar Ismail kepada awak media.
Ismail menyebutkan, dua penghuni indekos menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Keduanya diketahui bernama Muh Raihan Arsal dan Nur Aisyah Bahar.
“Korbannya ada dua orang yang sedang tertidur saat kejadian. Satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka suami istri ya,” sebutnya.
Akibat tertimpa atap beton, sang suami mengalami luka parah, sementara istrinya hanya menderita luka ringan. Proses evakuasi pun dilakukan oleh tim gabungan.
“Tadi istrinya bisa ditarik segera, yang parah ini suaminya. Tapi Alhamdulillah tadi sudah dari tim gabungan, dari Damkar, SAR, BPBD, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa hadir mengevakuasi korban,” Ismail menuturkan.
Sekitar pukul 17.00 Wita, kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Soedirohusodo Makassar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sementara itu, saksi mata sekaligus tetangga kamar korban, Rio Tanto, mengungkapkan detik-detik kejadian berlangsung.
Ia mengatakan hujan deras dan angin kencang tengah mengguyur kawasan tersebut saat atap indekos roboh.
“Dua kali dentuman pak. Pertama, itu benturan dinding belakang. Terus yang keduanya itu menyusul, kurang tahu dari dinding mana. Ternyata dari dinding depan dulu,” ucap Rio.
Mendengar suara gemuruh, Rio bersama istrinya segera keluar dari kamar kos yang berada di lantai dua.
Ia pun berusaha menyelamatkan istrinya terlebih dahulu sebelum membantu penghuni lain.
“Jadi pada waktu kejadian, saya turun. Itu kami semua turun teman-teman kamar lain. Pas di bawah, saya posisi di bawah lihat istri, ternyata ada teriakan dari kamar 10, yaitu Nur Aisyah (korban) teriak minta tolong,” terangnya.
Rio bersama penghuni kos lainnya kemudian membantu mengevakuasi Nur Aisyah. Namun, korban laki-laki sempat mengalami kesulitan dievakuasi karena terjepit beton.
“Istrinya kita selamatkan terlebih dahulu, karena dia dekat jendela (kamar). Suaminya itu terhimpit beton, sulit dievakuasi kalau manual (tanpa alat),” kuncinya. (Muhsin/fajar)




