MerahPutih.com - Bencana alam yang melanda Aceh Tengah telah merusakan berbagai infrastrtur sekaligus merusak lahan pertanian.
Seluas 12.638 hektare lahan kopi di Aceh Tengah rusak akibat banjir bandang dan longsor melanda daerah itu pada 26 November 2025.
"Banjir tidak hanya merusak rumah dan fasilitas publik serta merengut korban jiwa, tapi juga berdampak pada sektor pertanian," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Aceh Tengah Mustafa Kamal dihubungi di Banda Aceh, Minggu.
Ia menjelaskan, berdasarkan data sementara yang telah dihimpun total lahan perkebunan kopi arabika yang rusak mencapai 12 ribuan hektare.
Baca juga:
Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh Aman
Kopi arabika merupakan komoditas unggulan asal Kabupaten Aceh Tengah yang telah mendunia dan menjadi penghasilan utama masyarakat di dataran tinggi Gayo itu.
"Kami terus melakukan verifikasi terhadap data kerusakan sehingga khususnya sektor pertanian agar nantinya mendapat penangan secara cepat dan tepat," katanya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469109/original/040554100_1768059599-InShot_20260110_145713718.jpg)