Jakarta (ANTARA) - Salmon dan ayam adalah sumber protein hewani tanpa lemak yang bergizi dan bermanfaat untuk pembentukan otot dan kesehatan jantung.
Namun, kedua sumber protein hewani ini ternyata memiliki kandungan nutrisi yang berbeda dan keduanya merupakan asupan gizi yang baik untuk menjaga diet seimbang, menurut siaran Health, Sabtu (10/1).
Salmon adalah salah satu sumber terbaik lemak tak jenuh ganda yang disebut asam lemak omega-3. Omega-3 seperti asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA) sangat penting untuk fungsi otak, kesehatan mata, dan kesehatan jantung.
Baca juga: Protein hewani mudah diserap tubuh dan bantu pertumbuhan anak
Satu filet salmon Atlantik hasil budidaya seberat 3 ons mengandung sekitar 1,24 gram DHA dan 0,59 gram EPA. Salmon tangkapan liar mengandung lebih sedikit omega-3, namun, tetap merupakan sumber lemak sehat yang baik.
Mengonsumsi satu porsi salmon seberat 3 ons dapat membantu memenuhi asupan harian omega-3.
Menurut rekomendasi yang dikeluarkan oleh Asosiasi Jantung Amerika, mengonsumsi dua porsi ikan berlemak seperti salmon per minggu untuk mendapatkan cukup EPA dan DHA dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan kesehatan secara keseluruhan.
Salmon juga mengandung selenium atau mineral yang bermanfaat bagi fungsi kelenjar tiroid, memproduksi hormon, melindungi sel, dan mendukung kesehatan kekebalan tubuh. Kandungan selenium tidak sebanyak jumlah yang ada pada salmon.
Selenium pada salmon mengandung sekitar 75 persen dari nilai harian yang direkomendasikan dibandingkan dengan ayam yang hanya 50 persen. Kandungan lain yang terdapat dalam salmon yaitu vitamin D, antioksidan, dan kolin.
Baca juga: Dietisien jelaskan mengapa protein penting bagi pertumbuhan anak
Salmon dan ayam sama-sama mengandung jumlah kolin yang serupa, nutrisi yang dibutuhkan untuk fungsi otak dan untuk perkembangan otak selama kehamilan. Namun, salmon menawarkan sedikit lebih banyak kolin daripada ayam.
Dada ayam seberat 3,5 ons mencakup hampir 15,5 persen dari nilai harian kolin. Satu porsi salmon Atlantik hasil budidaya menawarkan sekitar 16 persen dari nilai harian kolin.
Ayam mengandung lebih banyak protein dan lebih sedikit lemak daripada salmon. Satu porsi dada ayam tanpa tulang dan tanpa kulit seberat 3,5 ons atau sekitar 100 gram menawarkan sekitar 31 gram protein dan kurang dari 4 gram lemak total.
Dada ayam juga hanya mengandung sekitar 1 gram lemak jenuh. Mengonsumsi lebih sedikit lemak jenuh membantu menghindari kolesterol LDL atau yang dikenal dengan kolesterol jahat menjadi tinggi dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Namun, daging ayam yang bagiannya gelap seperti paha ayam dapat mengandung kadar lemak jenuh yang lebih tinggi.
Salmon memiliki kandungan protein sedikit lebih rendah dan lemak lebih tinggi daripada ayam, dengan 22 gram protein dan 12 gram lemak dalam porsi 3,5 ons.
Sedangkan sebagian besar kandungan lemak salmon berasal dari asam lemak yang menyehatkan jantung seperti lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda.
Baik salmon maupun ayam mengandung vitamin B yang penting. Salmon lebih tinggi vitamin B12, yang penting untuk pembentukan sel darah merah dan fungsi otak.
Ayam lebih tinggi niasin (B3) dan vitamin B6, yang membantu mengubah makanan menjadi energi dan memproduksi sel darah merah. Niasin juga membantu pencernaan dan fungsi saraf.
Baca juga: IDAI : PMT perlu dilengkapi protein hewani agar efektif penuhi gizi
Baca juga: Dietisien: Ikan laut dan ikan air tawar sama-sama mengandung omega 3
Baca juga: Ahli: Ikan laut kaya akan asam amino esensial yang baik untuk tubuh
Baca juga: Pentingnya pemenuhan gizi seimbang dengan optimalkan sumber daya lokal
Namun, kedua sumber protein hewani ini ternyata memiliki kandungan nutrisi yang berbeda dan keduanya merupakan asupan gizi yang baik untuk menjaga diet seimbang, menurut siaran Health, Sabtu (10/1).
Salmon adalah salah satu sumber terbaik lemak tak jenuh ganda yang disebut asam lemak omega-3. Omega-3 seperti asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA) sangat penting untuk fungsi otak, kesehatan mata, dan kesehatan jantung.
Baca juga: Protein hewani mudah diserap tubuh dan bantu pertumbuhan anak
Satu filet salmon Atlantik hasil budidaya seberat 3 ons mengandung sekitar 1,24 gram DHA dan 0,59 gram EPA. Salmon tangkapan liar mengandung lebih sedikit omega-3, namun, tetap merupakan sumber lemak sehat yang baik.
Mengonsumsi satu porsi salmon seberat 3 ons dapat membantu memenuhi asupan harian omega-3.
Menurut rekomendasi yang dikeluarkan oleh Asosiasi Jantung Amerika, mengonsumsi dua porsi ikan berlemak seperti salmon per minggu untuk mendapatkan cukup EPA dan DHA dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan kesehatan secara keseluruhan.
Salmon juga mengandung selenium atau mineral yang bermanfaat bagi fungsi kelenjar tiroid, memproduksi hormon, melindungi sel, dan mendukung kesehatan kekebalan tubuh. Kandungan selenium tidak sebanyak jumlah yang ada pada salmon.
Selenium pada salmon mengandung sekitar 75 persen dari nilai harian yang direkomendasikan dibandingkan dengan ayam yang hanya 50 persen. Kandungan lain yang terdapat dalam salmon yaitu vitamin D, antioksidan, dan kolin.
Baca juga: Dietisien jelaskan mengapa protein penting bagi pertumbuhan anak
Salmon dan ayam sama-sama mengandung jumlah kolin yang serupa, nutrisi yang dibutuhkan untuk fungsi otak dan untuk perkembangan otak selama kehamilan. Namun, salmon menawarkan sedikit lebih banyak kolin daripada ayam.
Dada ayam seberat 3,5 ons mencakup hampir 15,5 persen dari nilai harian kolin. Satu porsi salmon Atlantik hasil budidaya menawarkan sekitar 16 persen dari nilai harian kolin.
Ayam mengandung lebih banyak protein dan lebih sedikit lemak daripada salmon. Satu porsi dada ayam tanpa tulang dan tanpa kulit seberat 3,5 ons atau sekitar 100 gram menawarkan sekitar 31 gram protein dan kurang dari 4 gram lemak total.
Dada ayam juga hanya mengandung sekitar 1 gram lemak jenuh. Mengonsumsi lebih sedikit lemak jenuh membantu menghindari kolesterol LDL atau yang dikenal dengan kolesterol jahat menjadi tinggi dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Namun, daging ayam yang bagiannya gelap seperti paha ayam dapat mengandung kadar lemak jenuh yang lebih tinggi.
Salmon memiliki kandungan protein sedikit lebih rendah dan lemak lebih tinggi daripada ayam, dengan 22 gram protein dan 12 gram lemak dalam porsi 3,5 ons.
Sedangkan sebagian besar kandungan lemak salmon berasal dari asam lemak yang menyehatkan jantung seperti lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda.
Baik salmon maupun ayam mengandung vitamin B yang penting. Salmon lebih tinggi vitamin B12, yang penting untuk pembentukan sel darah merah dan fungsi otak.
Ayam lebih tinggi niasin (B3) dan vitamin B6, yang membantu mengubah makanan menjadi energi dan memproduksi sel darah merah. Niasin juga membantu pencernaan dan fungsi saraf.
Baca juga: IDAI : PMT perlu dilengkapi protein hewani agar efektif penuhi gizi
Baca juga: Dietisien: Ikan laut dan ikan air tawar sama-sama mengandung omega 3
Baca juga: Ahli: Ikan laut kaya akan asam amino esensial yang baik untuk tubuh
Baca juga: Pentingnya pemenuhan gizi seimbang dengan optimalkan sumber daya lokal





