Grid.ID - Kasus intimidasi warga di Garut akhirnya resmi berakhir. Kades Panggalih dan Holis kompak lakukan hal ini di depan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Seperti diketahui, baru-baru ini viral di media sosial seorang warga di Garut mendapat intimidasi dari keluarga kades usai mengkritik jalan rusak di daerahnya. Adapun peristiwa intimidasi yang dialami Holis itu terjadi Kampung Babakangadoh RT01 RW06, Desa Panggalih, Garut, beberapa waktu lalu.
Awalnya, Holis yang merupakan pedagang telur itu aktif membagikan perkembangan maupun kritik infrastruktur terutama jalan rusak di desanya .Namun, kritikan itu ternyata menyinggung keluarga Kades Panggalih hingga terjadi intimidasi.
Setelah kasus intimidasi warga di Garut itu viral, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi langsung turun tangan. Dedi Mulyadi ltampak berusaha memediasi keduanya.
Dilansir dari akun Instagram TribunJabar.ID, Dedi tampak mengundang Kades Panggalih dan Holis ke rumahnya di Lembur Pakuan, Subang. Di momen itu, Dedi meminta keduanya saling mengungkapkan isi hati.
Setelah mendengarkan klarifikasi kedua pihak, Dedi lantas mendamaikan keduanya. Di hadapan Dedi Mulyadi, Kades Panggalih dan Holis saling bermaafan.
“Bisa mereun sasalaman,” ujar Dedi Mulyadi.
Momen keduanya saling memaafkan itu pun terekam dalam tayangan yang diunggah di Instagram Dedi Mulyadi. Terlihat, Kades Panggalih, Wahyu dan Holis yang duduk bersebelahan berinisiatif langsung saling berjabatan tangan (bersalaman).
“Abdi hampura nyak, keluarga abdi sarang perangkat desa sadayana, bilis aya ucapan abdi nu teu ngeunah, hapuntennya pak Holis,” ucap Wahyu, Kades Panggalih.
Wahyu juga kembali meminta maaf atas keluarganya yang sempat viral mengintimidasi Holis. Setelah mendengar permintaan maaf langsung dari Wahyu, Holis langsung menyahut bahwa dirinya sudah memaafkan.
“Tos dimaafkeun (sudah dimaafkan),” ucap Holis Muhlisin.
Alasan Keluarga Kades Panggalih Intimidasi Holis
Dedi Mulyadi sempat menanyakan alasan keluarga kades lakukan intimidasi warga di Garut yakni Holis. Menantu Wahyu mengaku terpancing emosi saat melihat video Holis yang mengabarkan soal jalan rusak di daerahnya.
"Kenapa menantunya ikut marah segala?" kata Dedi Mulyadi.
"Terpancing emosi," ucap menantu Wahyu.
"Emang, siapa yang mancing? Kan enggak ada yang mancing, jalan rusak kenapa mancing?" timpal Dedi Mulyadi berkelakar.
Bukan masalah jalan rusak, rupanya mereka kesal lantaran merasa disebut korupsi. Mengetahui hal itu, Dedi langsung menanyakan apakah kades itu benar tidak korupsi.
"Memang bukan dari masalan jalan rusak, tetapi tudingan dia Bapak (Wahyu) korupsi," ucap menantu Wahyu.
"Alhamdulillah, Pak, enggak korupsi. Sebagai kepala desa, saya bertanggung jawab penuh kepada desa saya, kelahiran saya," kata Wahyu.
Dengan begitu, maka kasus intimidasi warga di Garut akhirnya resmi berakhir. (*)
Artikel Asli


