Menpora Optimistis Target 82 Emas ASEAN Para Games 2025 Tercapai

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Solo

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meyakini target 82 medali emas yang dicanangkan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand dapat tercapai. 

Optimisme tersebut didasarkan pada kesiapan kontingen Indonesia yang dinilai telah dipersiapkan secara maksimal. Hal tersebut diungkapkan pengukuhan dan pelepasan Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 di Pendopo Balai Kota Surakarta.

“Tentu apresiasi setinggi-tingginya kepada NPC, chef de mission, beserta tim dan para manajer atlet yang mempersiapkan dengan segala keterbatasan yang ada, tetapi targetnya tetap 82 emas. Ini luar biasa,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 11 Januari 2026.

Menpora menambahkan berdasarkan catatan prestasi, Indonesia hampir selalu mengakhiri keikutsertaan di ASEAN Para Games dengan menempati peringkat satu atau dua. 

Bahkan, dalam tiga edisi terakhir ajang olahraga penyandang disabilitas terbesar di Asia Tenggara tersebut, Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum.

Meski demikian, Erick mengingatkan persaingan tetap perlu diwaspadai, terutama dari negara-negara tetangga.

“Kalau kita mau peringkat dua atau tiga, selain tuan rumah, kita juga harus memperhitungkan negara seperti Vietnam dan Malaysia yang persiapan atletnya sangat baik,” ucap Erick.

Erick juga memastikan akan hadir langsung di Thailand untuk memberikan dukungan kepada para atlet.

Selain fokus pada target prestasi, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga melakukan introspeksi dan transformasi terhadap sistem pembinaan, baik di NPC maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI). 

Transformasi tersebut mencakup perencanaan program jangka pendek, menengah, dan panjang, terutama dalam menghadapi berbagai ajang multievent internasional.

Salah satu perhatian utama Kemenpora adalah keberlanjutan karier atlet setelah tidak lagi aktif bertanding. 

Pemerintah berencana menyusun peta jalan jenjang karier atlet disabilitas melalui program pembinaan tenaga olahraga.

“Artinya, kita sebagai pembina benar-benar memperhatikan atlet secara utuh, bukan hanya saat mereka berjaya. Bapak Presiden (Prabowo Subianto) juga meminta saya mempelajari skema dana pensiun atlet yang saat ini sedang kami godok,” kata Erick.

Terkait bonus bagi atlet ASEAN Para Games, Menpora menyampaikan pihaknya telah mengajukan usulan dan masih menunggu keputusan Presiden. 

Besaran bonus diharapkan setara dengan yang diterima atlet SEA Games, sesuai formula sebelumnya.

Namun, Erick menegaskan bonus bukan satu-satunya solusi. Kemenpora juga telah menjalankan program literasi finansial agar atlet mampu mengelola bonus secara bijak untuk masa depan.

“Bonus saja tidak cukup. Kami ingin bonus itu benar-benar bermanfaat untuk jangka panjang, bukan hanya untuk kebutuhan sesaat. Program seperti ini akan kami sinergikan bersama NPC dan para pemangku kepentingan olahraga,” tutur Erick.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
17 Pasien Super Flu di Kota Malang Dinyatakan Sembuh
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Komunikasi dengan Dirjen Pajak Usai OTT Pegawai KPP Madya Jakut
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Gugat Denada Terkait Penelantaran Anak, Ressa akan Buka-bukaan soal Fakta Sebenarnya
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Pengakuan Bojan Hodak Usai Persib Tumbangkan Persija
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Berita Populer: Modifikasi S-Presso Ala Jimny; Proses Modifikasi Suzuki S-Presso
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.