Umat Buddha dari berbagai mancanegara memadati Graha Palpung Padmasambhava untuk mengikuti rangkaian acara Dharma Teaching and Empowerment. Kegiatan akbar ini dipimpin langsung oleh Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa.
Acara yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) dan Palpung Indonesia ini berlangsung selama empat hari, mulai 8 hingga 11 Januari 2026.
Mengusung tema Wisdom for Meaningful Life atau Kebijaksanaan untuk Menjalani Kehidupan, kegiatan ini dipimpin oleh Guru Tertinggi dalam tradisi Karma Kagyu. Agenda dimulai dengan Avalokiteshvara Empowerment, pembacaan doa tujuh cabang, serta persembahan Mandala yang menyimbolkan persembahan tubuh, ucapan, dan batin.
Dalam ajarannya, Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa menjelaskan bahwa Avalokiteshvara berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti Bodhisattva. Hal ini merepresentasikan kasih sayang murni yang sejatinya sudah ada dalam diri setiap manusia secara alami, layaknya kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
"Kasih sayang adalah hal yang sangat berharga dan harus diawali dari diri sendiri. Kita harus memiliki kasih sayang terhadap diri sendiri sebelum bisa memberikannya kepada orang lain secara tulus," jelas Yang Mulia.
Beliau juga menekankan bahwa kasih sayang harus disertai dengan kebijaksanaan, agar seseorang paham kapan saatnya bertindak dan kapan saatnya berdoa.
"Kita semua ingin menerima berkah welas asih dari mereka yang telah tercerahkan. Welas asih kita tidak boleh hanya sekadar welas asih yang putus asa, melainkan harus memiliki kebijaksanaan," tambahnya.
Dihadiri Delegasi 26 Negara
Puncak acara ditutup dengan prosesi Buddha Maitreya Empowerment pada Minggu, 11 Januari 2026. Turut hadir dalam acara ini Ketua Umum WALUBI, Siti Hartati Murdaya, serta Ketua Majelis Palpung Indonesia, Prajna Murdaya, dan Sekjen Karuna Murdaya.
Prajna Murdaya menjelaskan bahwa esensi dari Maitreya Buddha adalah cinta kasih tanpa syarat. "Prosesi pemberdayaan ini bertujuan agar para peserta memiliki kemampuan menebarkan kasih sayang kepada sesama manusia maupun seluruh makhluk hidup. Pesannya adalah memurnikan pikiran dan memahami kebijaksanaan primordial yang ada dalam diri kita," ujar Prajna.
Acara ini sukses menarik antusiasme internasional dengan kehadiran peserta dari 26 negara, termasuk Rusia, Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, hingga Afrika.
Salah seorang peserta asal Norwegia, Tara, mengaku sangat terkesan. Ia yang sudah mengenal Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa sejak 2019 menilai pengajaran kali ini sangat kuat dan bermakna.
"Beliau memberikan instruksi kunci tentang bagaimana menjalani kehidupan kita dengan lebih bermakna dan lebih terberkati, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain," ungkap Tara.
Rangkaian Dharma Teaching and Empowerment ini dijadwalkan akan berlanjut ke Jakarta pada 16 hingga 18 Januari mendatang dengan tema "Loving Kindness and Compassion".


