GROBOGAN, KOMPAS.TV - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan Djatmiko mengonfirmasi peristiwa keracunan massal diduga karena Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya. Djatmiko menyebut keracunan tersebut terjadi pada Jumat (9/1/2026) dan Sabtu (10/1/2026) dengan total korban mencapai 658 orang.
Menurut Djatmiko, korban keracunan tersebar di beberapa satuan pendidikan dan lokasi, mulai dari SMP, SMK, dan SD negeri di wilayah Ngroto, hingga PAUD Ngroto, SD Glapan, SD Trisari, serta SD Penadaran.
"Total korban sementara ada 658 orang, dengan lokasi terdampak meliputi Desa Ngroto, Penadaran, Glapan, Trisari," kata Djatmiko, Minggu (11/1/2026).
"Dari jumlah tersebut sebagian besar sudah ditangani, baik melalui rawat jalan maupun perawatan lanjutan."
Siswa SD hingga santri di Kecamatan Gubug, Grobogan, diduga keracunanan setelah mengonsumsi MBG kiriman Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwaron pada Jumat (9/1).
Baca Juga: Target MBG Melonjak Drastis, Kemenkes Perketat Pengawasan Mutu, Nutrisi, hingga Higiene Dapur SPPG
Djatmiko mengatakan, hingga Minggu (11/1), sebanyak 79 orang masih dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan di Grobogan, sedangkan sebagian besar korban dilaporkan telah pulih.
Berdasarkan data dari Dinkes Grobogoan, korban dirawat di RS Ki Ageng Getas Pendowo 11 orang, 1 orang di RS Soedjati, sembilan orang di UPTD Puskesmas Penawangan 1, tujuh orang di Puskesmas Kedungjati, serta dua orang di Puskesmas Gubug 1.
"Jumlah ini bersifat dinamis. Ada pasien yang kondisinya membaik dan dipulangkan, namun juga ada potensi penambahan. Data akan kami perbarui setiap 12 jam," kata Djatmiko dikutip Antara.
Menurut Djatmiko, korban umumnya menunjukkan gejala mual hingga muntah. Gejala mulai muncul setelah korban mengonsumsi MBG dengan menu nasi kuning lauk telur, abon, dan tempe orek.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- keracunan mbg
- keracunan massal
- keracunan mbg grobogan
- mbg keracunan
- mbg


