Yordania Ikut Serang ISIS, Pejuang Kurdi Dievakuasi dari Aleppo

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Situasi keamanan di Suriah kembali membara. Angkatan Udara Yordania melancarkan serangan ke target kelompok Islamic State (ISIS) di Suriah pada Sabtu (10/1) malam sebagai bagian dari operasi militer koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS).

Militer Yordania menyatakan serangan udara tersebut menyasar sejumlah target ISIS di beberapa wilayah Suriah. Operasi itu dilakukan bersama mitra koalisi untuk menekan kembali aktivitas kelompok ekstremis.

“Serangan tersebut dikoordinasikan dengan para mitra dalam kerangka koalisi internasional untuk menetralkan kemampuan kelompok teroris dan mencegah mereka melakukan konsolidasi ulang,” demikian pernyataan Angkatan Darat Yordania, Minggu (11/1).

Di saat yang sama, pasukan pemerintah Suriah mengevakuasi ratusan pejuang Kurdi dari Aleppo setelah distrik Sheikh Maqsud—wilayah terakhir yang dikuasai kelompok Kurdi—sepenuhnya jatuh ke tangan militer.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan kepada AFP bahwa 360 pejuang dan lebih dari 59 orang terluka dievakuasi dari Sheikh Maqsud menuju wilayah otonomi de facto Kurdi di timur laut Suriah. Selain evakuasi, aparat keamanan juga melakukan penahanan.

“Sebanyak 300 orang Kurdi lainnya, termasuk anggota pasukan keamanan, ditahan,” ujar pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim.

Koresponden AFP melaporkan, bus-bus berisi pria terlihat meninggalkan Sheikh Maqsud pada malam hari dengan pengawalan ketat pasukan pemerintah. Evakuasi dan penahanan ini menyusul bentrokan antara pasukan pemerintah dan kelompok Kurdi di Aleppo, yang sebelumnya berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata dan penarikan pasukan Kurdi dari wilayah tersebut.

Meski kekuasaan ISIS secara teritorial telah runtuh sejak dikalahkan oleh pasukan lokal dengan dukungan koalisi internasional, kelompok tersebut masih mempertahankan keberadaan di wilayah gurun Suriah.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump tetap menunjukkan sikap skeptis terhadap kehadiran militer AS di Suriah. Pentagon sebelumnya mengumumkan rencana pengurangan separuh personel AS di negara itu, sementara utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, menyebut Washington pada akhirnya akan menyisakan satu pangkalan militer saja.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tekuk Persija 1-0, Persib Juara Paruh Musim Super League 2025/2026
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Truk mogok tertabrak kereta di perlintasan Kebon Jeruk Jakbar
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Wamendiktisaintek Dorong Kampus Sumbawa Hasilkan Riset Berguna bagi Masyarakat
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Menjaga Anak dari Predator di Ruang Siber
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil Lengkap Babak 8 Besar Piala Afrika 2025 dan Jadwal Semifinal
• 19 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.