Jakarta (ANTARA) - Dinas Bina Marga DKI Jakarta menilai pembongkaran 109 tiang monorel dapat memecah kemacetan di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, sehingga mempermudah mobilitas warga.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapudatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny mengatakan, dana Rp100 miliar yang dianggarkan akan digunakan untuk membongkar tiang monorel serta kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
"Penataan kawasan diharapkan dapat meningkatkan keindahan kota, kenyamanan pejalan kaki, keselamatan pengguna jalan, serta sebagai upaya mengurai kemacetan dan perbaikan mobilitas di Jakarta," kata Siti saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Tiang monorel yang berada di sepanjang Jalan Rasuna Said akan dibongkar pada pekan ketiga Januari 2026. "Jadi ceritanya tuh sebelumnya itu pernah keluar kan 98 tiang, seminggu yang lalu lah tuh, itu yang dari perencanaan. Ternyata setelah dihitung ulang kembali nah itu terdapat 109 tiang," kata dia.
Setelah pembongkaran tiang monorel di sepanjang Jalan Rasuna Said, pihaknya memulai penataan seperti pada jalan, trotoar, hingga fasilitas umum.
Baca juga: Pram: Anggaran Rp100 miliar untuk pembongkaran monorel dan penataan
"Setelah pembongkaran, nantinya akan ada penataan kawasan Jalan HR. Rasuna Said diantaranya penataan jalan dan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, dan penyesuaian elemen pendukung agar lebih aman dan nyaman. Termasuk di dalamnya yaitu peningkatan penerangan jalan umum," paparnya.
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo mengatakan, menata kawasan Kuningan bukan berarti mengabaikan kawasan dan kebutuhan lainnya.
"Pada saat yang sama, Pemprov DKI Jakarta tetap fokus pada penyediaan infrastruktur dasar dan layanan esensial bagi warga Jakarta," kata dia.
Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Andriansyah memastikan penataan kawasan Kuningan khususnya pembongkaran tiang monorel, dilakukan secara transparan.
"Pemprov DKI Jakarta siap menata kembali wajah kota dengan membongkar tiang-tiang monorel mangkrak secara transparan, tertib hukum, dan berorientasi pada kepentingan publik," kata Afan.
Baca juga: Warga DKI harus tahu, biaya bongkar tiang monorel tak lebih Rp300 juta
Baca juga: Pembongkaran tiang monorel di Rasuna Said diharapkan kurangi macet
Baca juga: DKI keluarkan dana Rp100 miliar untuk bongkar tiang monorel mangkrak
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapudatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny mengatakan, dana Rp100 miliar yang dianggarkan akan digunakan untuk membongkar tiang monorel serta kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
"Penataan kawasan diharapkan dapat meningkatkan keindahan kota, kenyamanan pejalan kaki, keselamatan pengguna jalan, serta sebagai upaya mengurai kemacetan dan perbaikan mobilitas di Jakarta," kata Siti saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Tiang monorel yang berada di sepanjang Jalan Rasuna Said akan dibongkar pada pekan ketiga Januari 2026. "Jadi ceritanya tuh sebelumnya itu pernah keluar kan 98 tiang, seminggu yang lalu lah tuh, itu yang dari perencanaan. Ternyata setelah dihitung ulang kembali nah itu terdapat 109 tiang," kata dia.
Setelah pembongkaran tiang monorel di sepanjang Jalan Rasuna Said, pihaknya memulai penataan seperti pada jalan, trotoar, hingga fasilitas umum.
Baca juga: Pram: Anggaran Rp100 miliar untuk pembongkaran monorel dan penataan
"Setelah pembongkaran, nantinya akan ada penataan kawasan Jalan HR. Rasuna Said diantaranya penataan jalan dan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, dan penyesuaian elemen pendukung agar lebih aman dan nyaman. Termasuk di dalamnya yaitu peningkatan penerangan jalan umum," paparnya.
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo mengatakan, menata kawasan Kuningan bukan berarti mengabaikan kawasan dan kebutuhan lainnya.
"Pada saat yang sama, Pemprov DKI Jakarta tetap fokus pada penyediaan infrastruktur dasar dan layanan esensial bagi warga Jakarta," kata dia.
Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Andriansyah memastikan penataan kawasan Kuningan khususnya pembongkaran tiang monorel, dilakukan secara transparan.
"Pemprov DKI Jakarta siap menata kembali wajah kota dengan membongkar tiang-tiang monorel mangkrak secara transparan, tertib hukum, dan berorientasi pada kepentingan publik," kata Afan.
Baca juga: Warga DKI harus tahu, biaya bongkar tiang monorel tak lebih Rp300 juta
Baca juga: Pembongkaran tiang monorel di Rasuna Said diharapkan kurangi macet
Baca juga: DKI keluarkan dana Rp100 miliar untuk bongkar tiang monorel mangkrak


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2025%2F12%2F30%2F7ce1a943-dc90-448e-8699-96cb10a0e16d.jpg)

