Pantau - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah sejak pagi hari mengakibatkan banjir di enam desa dan memutus sejumlah akses jalan.
"Jadi enam desa di wilayah Sindue ini sejak pagi hari diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sehingga debit air sangat tinggi dan menyebabkan air sungai meluap," ungkap Kepala BPBD Sulawesi Tengah (Plt) Asbudianto.
Enam desa yang terdampak yaitu Desa Amal Dusun Maliko, Toaya, Kumbasa, Enu, Lero, dan Sumari.
Akses Terputus dan Kerusakan InfrastrukturBanjir menyebabkan akses jalan penghubung Desa Amal ke Desa Saloya terputus akibat duiker yang rusak dan longsor.
"Jembatan gantung di Desa Kumbasa sebagai penghubung dari Desa Sumari dan Kumbasa tidak dapat dilalui kendaraan bermotor," ujar Asbudianto.
Untuk Desa Toaya dan Sumari, proses pendataan kerusakan masih berlangsung di lapangan.
Di Desa Enu, jalan penghubung antara Dusun 2 dan Dusun 4 tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
"Desa Lero itu 1 unit jembatan bagian area landasan jembatan tergerus arus sungai dan masih bisa dilewati kendaraan bermotor," tambahnya.
BPBD menyebut kebutuhan mendesak di wilayah terdampak saat ini meliputi pembuatan jembatan darurat dan alat berat untuk membersihkan material sisa banjir.
"Berdasarkan laporan tim yang berada di lapangan, bahwa akses jalan penghubung antara Desa Amal ke Desa Saloya terputus akibat duiker yang rusak dan jalan yang longsor sehingga saat ini akses yang digunakan melalui Desa Tibo," jelas Asbudianto.
Penanganan Cepat dan Dampak di Wilayah LainBupati Donggala Vera Elena Laruni telah memerintahkan BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum setempat untuk segera menurunkan alat berat ke sejumlah titik banjir.
"Tim BPBD Donggala sudah turun ke lapangan melakukan penanganan di sejumlah titik dengan menurunkan alat berat," ujarnya.
Selain di Sindue, banjir juga terjadi di Kecamatan Tanantovea, Donggala, yang berdampak pada empat desa: Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo.
Bencana tersebut menyebabkan empat rumah hanyut dan satu jembatan putus.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam peristiwa banjir tersebut.




