FCC menyetujui rencana SpaceX untuk menambah 7.500 satelit Starlink generasi kedua (Gen2), sehingga total satelit Starlink mencapai 15.000 si seluruh dunia.
IDXChannel - Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat atau Federal Communications Commission (FCC) menyetujui rencana SpaceX untuk menambah 7.500 satelit Starlink generasi kedua (Gen2), sehingga total satelit Starlink yang diizinkan beroperasi kini mencapai 15.000 unit di seluruh dunia.
Dilansir dari Reuters, Minggu (11/1/2026), persetujuan itu memungkinkan perusahaan milik Elon Musk tersebut memperluas kapasitas jaringan internet satelitnya, termasuk menghadirkan layanan konektivitas langsung ke ponsel di luar Amerika Serikat serta memperluas cakupan dan kecepatan internet di AS hingga 1 gigabit per detik.
Ketua FCC Brendan Carr mengatakan izin tersebut akan mendorong lahirnya layanan komunikasi generasi baru. "Izin FCC ini mengubah permainan untuk mengaktifkan layanan generasi berikutnya," Ujar Carr.
"Dengan mengotorisasi 15.000 satelit baru dan canggih, FCC telah memberi lampu hijau kepada SpaceX untuk memberikan kemampuan broadband satelit yang belum pernah terjadi sebelumnya, memperkuat persaingan, dan membantu memastikan bahwa tidak ada komunitas yang tertinggal," lanjutnya.
Meski SpaceX sebelumnya mengajukan izin untuk hampir 30.000 satelit, FCC untuk saat ini hanya menyetujui 15.000 unit.
"Kami menemukan bahwa otorisasi untuk satelit tambahan adalah demi kepentingan publik, bahkan ketika satelit Gen2 Starlink Upgrade tetap tidak diuji di orbit. Kami menunda otorisasi dari 14.988 satelit Starlink Gen2 yang diusulkan, termasuk satelit yang diusulkan untuk operasi di atas 600 km," kata FCC.
FCC juga menetapkan tenggat waktu peluncuran. SpaceX diwajibkan meluncurkan dan mengoperasikan setidaknya 50 persen dari satelit Gen2 yang disetujui paling lambat 1 Desember 2028, sementara sisanya harus sudah beroperasi pada Desember 2031.
Adapun 7.500 satelit Starlink generasi pertama harus rampung diluncurkan sebelum akhir November 2027.
Sepekan lalu, Starlink mengumumkan akan menurunkan ketinggian orbit satelitnya dari sekitar 550 km menjadi 480 km sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan ruang angkasa dan mengurangi risiko tabrakan. Langkah ini diambil setelah salah satu satelit Starlink mengalami anomali pada Desember lalu yang menghasilkan puing kecil di orbit.
Saat ini, SpaceX merupakan operator satelit terbesar di dunia dengan sekitar 9.400 satelit aktif yang menyediakan layanan internet broadband bagi konsumen, pemerintah, dan korporasi di berbagai negara. Dengan tambahan izin baru ini, dominasi Starlink di pasar internet satelit global diperkirakan semakin menguat.
Ketua FCC sebelumnya, Jessica Rosenworcel, pada 2024 mendorong peningkatan persaingan di pasar internet satelit, seraya menyoroti bahwa jaringan Starlink milik SpaceX saat itu menguasai hampir dua pertiga dari total satelit yang beroperasi.
(Febrina Ratna Iskana)




