Penangkapan Nicolas Maduro oleh AS Jadi Peringatan Global: Perang Modern Tak Lagi Hanya Soal Senjata

pantau.com
19 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan elite Amerika Serikat menjadi peringatan keras bagi negara-negara berkembang bahwa ketahanan nasional tidak bisa hanya bergantung pada kekuatan militer semata.

Kejutan Taktis dan Dominasi Multi-Domain

Direktur Pascasarjana Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, menilai bahwa operasi militer AS yang melibatkan Delta Force menunjukkan pentingnya strategi kejutan taktis dalam perang modern.

Kejutan taktis adalah serangan mendadak di waktu, tempat, dan dengan cara yang tak terduga untuk melemahkan respons lawan dan memberi keuntungan strategis bagi penyerang.

Dalam keterangannya kepada ANTARA di Jakarta, Minggu, Umam menjelaskan bahwa keberhasilan operasi tersebut bukan hanya karena keunggulan persenjataan, melainkan karena kemampuan menciptakan kejutan taktis yang terencana, sistematis, dan terintegrasi lintas domain—darat, udara, siber, dan intelijen.

Operasi dilakukan pada dini hari tanpa peringatan, memanfaatkan cuaca dan gelapnya malam, serta disertai gangguan siber yang diduga melumpuhkan listrik dan sistem komunikasi di Caracas.

Akibatnya, aparat keamanan Venezuela kehilangan kemampuan koordinasi dan kendali situasi secara menyeluruh.

"Mematikan komunikasi sama artinya dengan mematikan kemampuan negara untuk merespons," ungkapnya.

Serangan Kilat Hasil Perencanaan Panjang

Umam menambahkan bahwa kecepatan menjadi faktor kunci keberhasilan.

Operasi berlangsung kurang dari tiga jam, menutup peluang bagi pihak lawan untuk menyusun perlawanan.

Ia menekankan bahwa serangan yang tampak mendadak ini adalah hasil dari perencanaan panjang, dukungan intelijen selama berbulan-bulan, pemantauan pergerakan target, hingga latihan berbasis replika lokasi penangkapan.

AS juga menunjukkan dominasi udara dengan mengerahkan berbagai jenis pesawat, termasuk pesawat siluman, dan berhasil melumpuhkan sistem pertahanan udara Venezuela secara cepat.

Keberhasilan ini membuka jalan bagi pasukan darat untuk bergerak tanpa perlawanan berarti.

Pasukan Delta Force kemudian berhasil menyerbu dan menangkap Nicolas Maduro sebelum ia mencapai lokasi aman, menandai keberhasilan puncak dari strategi kejutan taktis tersebut.

"Operasi ini menjadi bukti bahwa negara yang gagal membangun kesiapsiagaan lintas domain akan selalu rentan terhadap kejutan strategis dalam sistem internasional yang anarkis," ujar Umam.

Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores, untuk dibawa ke New York.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme dan dianggap sebagai ancaman, termasuk terhadap keamanan Amerika Serikat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mensos Ungkap 75,3 Persen Siswa Sekolah Rakyat Ingin Lanjut Kuliah
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
KUHP Baru dan Upaya Menjaga Marwah Perkawinan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Netanyahu Puji Massa Demo Rusuh di Iran, Buka Kerja Sama dengan Israel
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
George Clooney Ngomong Bahasa Prancis di Golden Globes 2026, Balas Sindiran Trump?
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Proyek Flyover Latumeten Masuk Tahap Konstruksi 2026, Ditargetkan Rampung Desember 2026
• 50 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.