WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diduga membidik Kuba sebagai sasaran berikutnya setelah Venezuela.
Ia pun menyerukan agar Kuba segera melakukan kesepakatan dengan AS atau mereka akan menerima konsekuensinya.
Trump juga memperingatkan aliran minyak dan uang dari Venezuela ke Kuba akan berhenti.
Baca Juga: Sosok Nicolas Maduro di Mata Eks KUAI RI untuk Venezuela: Anak Kesayangan Hugo Chaves
Venezuela yang merupakan sekutu lama Kuba, dipercaya mengirimkan sekitar 35.000 barel minyak ke negara tersebut setiap harinya.
Namun, Trump menegaskan pengiriman minyak tersebut akan berakhir
“Kuba hidup untuk waktu lama, dengan jumlah besar minyak dan uang dari Venezuela. Sebagai balasan, Kuba memberikan layanan keamanan setidaknya untuk dua diktator terakhir Venezuela, tapi tidak lagi,” tulisnya di media sosial Truth dikutip dari BBC, Minggu (11/1/2026).
“Tak akan ada lagi minyak atau uang yang pergi ke Kuba, Nol! Saya menegaskan mereka membuat kesepakatan sebelum semuanya terlambat,” ujarnya.
Trump tak mengungkapkan detail kesepakatan ataupun konsekuensi yang akan dihadapi Kuba.
Pernyataan itu dikeluarkan Trump sepekan setelah pasukan khusus AS menangkap Presiden Venezuela, Donald Trump dan istrinya, Cilia Flores.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : BBC
- donald trump
- kuba
- venezuela
- peringatan
- kesepakatan
- nicolas maduro


