JAKARTA, KOMPAS.TV - PT MRT Jakarta (Perseroda) memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar area konstruksi Stasiun Glodok dan Stasiun Kota mulai 10 Januari hingga 15 Juli 2026.
Pengaturan lalu lintas ini merupakan bagian dari pembangunan MRT Jakarta Fase 2A CP203, yang mencakup pembangunan dua stasiun dan terowongan sepanjang 690 meter.
MRT Jakarta Fase 2A total panjang jalurnya sekitar 1,4 kilometer dari Mangga Besar hingga Kota Tua.
Baca Juga: Kemensos Siapkan Rp2 T untuk Bansos Pascabencana Sumatera, Rp600 M Siap Cair
Rekayasa Lalu Lintas di Stasiun KotaMengutip laman resmi MRT Jakarta, untuk area Stasiun Kota, rekayasa lalu lintas diberlakukan pada Tahap 7 selama periode 10 Januari hingga 15 Juli 2026.
Area pekerjaan berada di sekitar persimpangan Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Asemka, meliputi pembangunan struktur bawah tanah stasiun, pintu masuk, hingga pekerjaan arsitektur dan MEP.
Sejumlah perubahan lalu lintas yang diterapkan antara lain:
1. Penggunaan badan Jalan Pintu Besar Selatan sisi utara yang semula di sisi barat dialihkan ke sisi timur, dengan satu lajur ke arah selatan dan satu lajur ke arah utara.
Baca Juga: Gubernur Jakarta Pramono Anung Siapkan Rp100 M untuk Bongkar Monorel hingga Tata Kembali Trotoar
Jalur ini diprioritaskan untuk Transjakarta, penghuni, dan pengunjung toko. Namun, jalan tetap bisa dibuka untuk umum secara situasional jika terjadi kepadatan, khususnya dari arah Jalan Pancoran.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber :
- mrt jakarta
- mrt jakarta fase 2a
- mrt jakarta glodok kota
- rekayasa lalu lintas
- pengalihan jalan
- rekayasa lalin glodok





