Depan RSCM "Dibersihkan", Satpol PP Jakarta Ungkap Alasan Kenapa Pedagang Bandel Sulit Hilang

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta bergerak cepat menanggapi keluhan masyarakat terkait kemacetan parah di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. 

Kawasan yang kerap semrawut akibat pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar tersebut kini menjadi sasaran penertiban intensif.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan penyisiran di lokasi tersebut pada Sabtu (10/1/2026). 

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menindak sejumlah pelanggar aturan ketertiban umum.

"Sudah kami tindaklanjuti laporannya pada Sabtu (10/1). Hasilnya 15 PKL dihalau, tujuh kopling dihalau, dan sembilan bajaj juga dihalau," ungkap Satriadi saat memberikan keterangan di Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Meski tindakan tegas telah diambil, Satriadi mengakui bahwa menjaga kawasan RSCM agar tetap steril bukanlah perkara mudah. 

Ada benturan dilematis antara penegakan hukum dan kondisi ekonomi para pedagang. Selain itu, keterbatasan jumlah personel menjadi kendala utama untuk melakukan pengawasan nonstop di lokasi tersebut.

"Kalau pun kita pantau 24 jam, personel kita enggak akan sanggup lah, kurang (jumlah) kita. Jelas kalau dipantau 24 jam pasti enggak akan ada itu (PKL), tapi anggota kita juga kan secara personel kurang," ungkapnya.

Menyadari metode "kucing-kucingan" setiap hari tidak efektif, Satpol PP DKI berencana mengubah taktik. Ke depannya, pengawasan tidak lagi hanya bertumpu pada petugas Satpol PP, melainkan akan melibatkan pihak keamanan internal (satpam) gedung RSCM dan masyarakat sekitar.

Satriadi menekankan pentingnya kolaborasi agar ketertiban bisa terjaga secara mandiri. Ia meminta pihak pengelola gedung ikut bertanggung jawab memantau area depan kantor mereka sendiri.

"Jadi sekarang yang mau dicoba ke depannya, polanya akan diubah dengan keterlibatan masyarakat dan terutama satpam di situ. Karena pada prinsipnya ketertiban bukan hanya milik Satpol PP, tetapi harus ada kolaborasi," jelas Satriadi.

Ia berharap satpam RSCM bisa melakukan tindakan preventif sejak dini sebelum jumlah pedagang membludak. 

"Kalau sudah kelihatan satu dua (pedagang), langsung gerak. Jangan sampai banyak. Kalau sistem penertibannya enggak diubah, kami juga pasti akan keteteran di mana-mana," ujarnya. (ant/dpi)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sebanyak 14 Rumah dan Satu Bangunan Konveksi di Tambora Jakbar Hangus Terbakar
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Mens Rea: Ketika Kritik Harus Bersembunyi di Balik Tawa
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah DKI Jakarta Anggarkan Rp 100 M Bongkar Tiang Monorel di Kuningan
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Outbound Luar Ruang di Waduk Jatiluhur Perkuat Karakter Anak
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Gugat Denada Tambunan atas Dugaan Penelantaran Anak, Ressa Rizky Rossano Masih Buka Jalur Kekeluargaan
• 20 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.