FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan hadir pada agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akan berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada 29-31 Januari 2026.
Jokowi dijadwalkan akan hadir pada hari terakhir agenda pelaksanaan. Ia didaulat untuk memberi arahan pada peserta Rakernas PSI.
“Insya Allah Pak Jokowi akan hadir memberikan pengarahan di hari ke 3 pelaksanaan Rakernas, tanggal 31 Januari,” kata Sekretaris DPW PSI Sulsel, Indira Mulyasari, saat konfrensi pers di Hotel Claro, Makassar, pada Sabtu (10/1/2026).
Indira menjelaskan, seluruh pengurus PSI tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia diwajibkan hadir dalam rakernas nanti. Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep akan mengomandoi langsung pengurusnya untuk memeriahkan kegiatan tersebut.
“Ketua Umum Mas Kaesang akan hadir beserta seluruh jajaran petinggi PSI,” kata Indira.
Kemudian di tanggal 29 Januari, Rakernas dari opening ceremony, pengurus DPP-DPW, seluruh anggota dewan PSI seluruh Indonesia akan hadir kurang lebih berjumlah 1.700 orang.
Hanya saja, belum diketahui Jokowi hadir sebagai apa. Ketua Harian DPW PSI Sulsel, Rahmansyah menyebut, Jokowi saat ini diundang sebagai mantan Presiden RI.
“Kapasitasnya Pak Jokowi hadir sebagai mantan presiden ketujuh. Saya kira itu kapasitas yang paling besar,” ujar Rahmansyah yang disambut riuh kader PSI yang memenuhi ruangan.
“Kalau orang mengaitkan bahwa ini bapaknya Kaesang, ya tidak apa-apa,” tutur Rahmansyah yang disambut gelak tawa.
Jokowi diduga kuat sebagai Bapak J yang menjabat Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hingga kini PSI belum secara resmi mengumumkan siapa inisial J tersebut.
Akankah nama ini diungkap dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Kota Makassar akhir Januari ini?
Jokowi yang juga ayah ketua umum PSI Kaesang Pangarep itu dianggap PSI sebagai patron partai.
Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Ahmad Ali bahkan menempatkan Jokowi sebagai presiden terbaik yang pernah dilahirkan bangsa ini.
Menurut Ahmad Ali, Jokowi adalah contoh hidup. Dia adalah pemimpin yang lahir dari rakyat. Dia bukan keturunan raja atau keturunan politisi atau keturunan orang berkuasa, tapi dia lahir dari rakyat. (*)




