Brussels: Menteri Pertahanan Belgia Theo Francken pada Minggu, 11 Januari 2026, menyerukan peningkatan kehadiran Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Greenland dan wilayah sekitarnya, sebagai respons atas meningkatnya kehadiran Rusia dan Tiongkok di sana.
“Hal ini akan secara jelas menunjukkan kepada Rusia dan Tiongkok bahwa Greenland merupakan bagian dari NATO,” kata Francken dalam sebuah program di stasiun televisi Belgia, VTM.
Francken mengatakan dirinya juga khawatir dengan ancaman Amerika Serikat yang hendak mengakuisisi Greenland. Ia menambahkan bahwa dirinya segera menghubungi para duta besar AS dan menyampaikan bahwa “hal ini sangat bermasalah.”
“Greenland bukan Venezuela atau Iran. Ini adalah persoalan yang sangat penting bagi kehadiran NATO,” ujarnya, dilansir dari Anadolu Agency, Senin, 12 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa kawasan Arktik semakin penting secara geopolitik seiring mencairnya lapisan es kutub. Kondisi tersebut menyebabkan lalu lintas di wilayah itu meningkat secara signifikan.
“Namun justru inilah alasan keberadaan NATO. Mari kita bekerja sama dan menghindari saling menyerang atau mendiskreditkan secara terbuka, karena jika tidak, Vladimir Putin akan minum sampanye di Moskow,” kata Francken, merujuk pada Presiden Rusia.
Dalam konteks tersebut, Francken menyoroti kemungkinan pembentukan inisiatif Arctic Sentry yang dipimpin oleh NATO.
Baca juga: Ancaman Krisis NATO Tak Goyahkan Ambisi Trump untuk Ambil Alih Greenland


