Harga Minyak Mentah Naik di Tengah Eskalasi Konflik di Iran

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak mentah melanjutkan kenaikan pada Senin (12/1), karena meningkatnya kekhawatiran protes yang semakin intensif di Iran dapat mengganggu pasokan dari produsen OPEC tersebut, meski upaya untuk segera melanjutkan ekspor minyak dari Venezuela membatasi kenaikan harga.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka naik 31 sen, atau 0,49 persen menjadi USD 63,65 per barel pada pukul 00.06 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di USD 59,42 per barel, naik 30 sen, atau 0,51 persen.

Kedua kontrak tersebut naik lebih dari 3 persen pada pekan lalu, mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober, seiring dengan eskalasi penindakan oleh rezim ulama Iran terhadap demonstrasi terbesar sejak tahun 2022.

Kerusuhan sipil tersebut telah menewaskan lebih dari 500 orang, kata sebuah kelompok hak asasi manusia pada Minggu. Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan campur tangan jika kekerasan digunakan terhadap para demonstran.

Trump diperkirakan akan bertemu dengan para penasihat senior pada Selasa ini untuk membahas opsi-opsi bagi Iran, kata seorang pejabat AS kepada Reuters pada Minggu.

"Ada juga seruan agar para pekerja di industri minyak melakukan mogok kerja di tengah protes. Situasi ini menempatkan setidaknya 1,9 juta barel minyak per hari dalam risiko gangguan," kata analis ANZ yang dipimpin oleh Daniel Hynes dalam sebuah catatan.

Meski begitu, Venezuela diperkirakan akan segera melanjutkan ekspor minyak setelah penggulingan Presiden Nicolas Maduro, karena Trump mengatakan pekan lalu bahwa pemerintah di Caracas akan menyerahkan sebanyak 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi kepada AS.

Hal itu memicu persaingan di antara perusahaan-perusahaan minyak untuk mencari kapal tanker dan menyusun operasi untuk mengirimkan minyak mentah dengan aman dari kapal dan pelabuhan-pelabuhan Venezuela yang bobrok, menurut empat sumber yang mengetahui operasi tersebut.

Dalam pertemuan dengan Gedung Putih pada Jumat, Trafigura mengatakan bahwa kapal pertama mereka akan mulai memuat barang dalam minggu depan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ini Peran Vital Eks Menag Yaqut dalam Skandal Rasuah Kuota Haji
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Korban Tewas Longsor Gunung Sampah di Filipina Bertambah Jadi 4 Orang, 36 Hilang
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Profil Bruno Mars, Rilis Lagu dan Album Baru Setelah Satu Dekade!
• 4 menit lalutheasianparent.com
thumb
Jalanan di Sunter dan Kelapa Gading Terendam Banjir, Kendaraan Mogok
• 2 jam laludetik.com
thumb
KPK Sita Rp6,38 Miliar Terkait Kasus Suap Pajak di Jakut
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.