Penulis: Fityan
TVRINews – Portsmouth
The Gunners melaju ke putaran keempat Piala FA setelah bangkit dari ketertinggalan di Fratton Park.
Gabriel Martinelli menjawab kritik dengan performa gemilang di lapangan. Penyerang asal Brasil tersebut mengemas hat-trick saat Arsenal menundukkan Portsmouth dalam laga yang diwarnai dominasi bola mati, sekaligus memastikan langkah The Gunners ke putaran keempat Piala FA Minggu 11 Januari 2026 malam waktu setempat.
Hanya berselang beberapa hari setelah menjadi sorotan akibat insiden dengan Conor Bradley saat melawan Liverpool, Martinelli tampil sebagai penyelamat tim.
Meski Portsmouth sempat mengejutkan pemimpin klasemen Premier League tersebut melalui gol cepat Colby Bishop, kualitas Arsenal terbukti terlalu tangguh bagi tuan rumah.
Dominasi Bola Mati
Arsenal menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Andre Dozzell yang bermula dari sepak pojok. Situasi bola mati kembali menjadi senjata mematikan skuat asuhan Mikel Arteta; Martinelli mencetak dua gol sundulan yang hampir identik melalui skema tendangan sudut.
Tercatat, Arsenal telah mengoleksi 17 gol dari situasi bola mati musim ini, sebuah statistik yang menegaskan efisiensi taktik di bawah arahan pelatih spesialis Nicolas Jover.
Fokus tertuju pada Martinelli setelah pundit Gary Neville sempat melabelinya dengan sebutan keras menyusul insiden di laga sebelumnya. Namun, Arteta memberikan pembelaan sekaligus memuji sportivitas manajer Liverpool, Arne Slot, yang memahami situasi tersebut kutip The Guardian Sport.
Catatan Sejarah dan Rotasi Pemain
Pertandingan ini juga menjadi momen bersejarah bagi pemain muda Marli Salmon. Masuk sebagai pemain pengganti, Salmon resmi menjadi pemain termuda Arsenal yang pernah bertanding di ajang Piala FA pada usia 16 tahun 135 hari.
Selain itu, kembalinya Kai Havertz dari cedera panjang menjadi suntikan moral bagi tim London Utara tersebut. Kemenangan ini menjaga asa Arsenal untuk bersaing di empat kompetisi sekaligus musim ini.
Meski Portsmouth menunjukkan perlawanan gigih melalui gol Bishop di menit-menit awal, selisih kualitas teknis akhirnya berbicara banyak. Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Portsmouth yang belum pernah menang atas Arsenal sejak tahun 1958.
Editor: Redaktur TVRINews




