Pembukaan Perdagangan, IHSG Menguat Signifikan, Kian Dekat ke Rekor Baru

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada pembukaan perdagangan hari ini.
 
IHSG  naik ke level 8.966 atau setara dengan 0,34 persen pada pembukaan perdagangan Senin, 12 Januari 2025. 
 
Baca juga: Pekan Pertama Januari, IHSG Cetak Sejarah Baru Tembus Rekor 9.000

Kenaikan ini sejalan dengan Indeks unggulan LQ45 yang naik menjadi 873 atau setara 0,50 persen. Kemudian indeks unggulan JII naik 0,89 persen edngan berada pada level 603. Saham yang menopang indeks adalah ANTM, MEDC, SMRA dan CTRA. 
 
IHSG mencatatkan perkembangan positif di Januari, melanjutkan tren dari tahun 2025. IHSG ditutup pada rekor tertinggi pada hari Rabu pekan lalu, 7 Januari 2026 pada level 8.944,8. 

Padahal, perkembangan data ekonomi di awal tahun cenderung kurang menggembirakan, dengan inflasi Desember yang tinggi, surplus neraca perdagangan yang relatif rendah, serta kondisi defisit fiskal yang melebar akibat penerimaan pemerintah yang masih lemah.  
 
Rupiah juga cenderung mengalami tekanan cukup besar akibat sentimen risk-off global yang memicu penguatan indeks Dollar AS (DXY). 
 
Pasar keuangan global dibuka positif pada awal pekan ini. Bursa saham utama dunia kompak menguat, seiring membaiknya sentimen investor dan meredanya tekanan volatilitas. Wall Street Menguat  Di Amerika Serikat, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 237,96 poin atau 0,48% ke level 49.504,07. Penguatan juga terjadi pada S&P 500 yang melonjak 0,65% ke posisi 6.966,28. Optimisme pasar turut menjalar ke Eropa, dengan indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,80% ke level 10.124,60.
 
Sementara itu, bursa Asia mencatat kinerja paling impresif. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,61% atau setara 822,63 poin ke level 51.939,89, mencerminkan kuatnya minat investor terhadap aset berisiko di kawasan tersebut.
 
Dari sisi indikator risiko, volatilitas pasar terpantau menurun. Indeks VIX turun tajam 6,21% ke level 14,49, menandakan berkurangnya kekhawatiran investor terhadap gejolak jangka pendek. Sejalan dengan itu, premi risiko Indonesia juga membaik, tercermin dari penurunan CDS Indonesia tenor 5 tahun sebesar 0,48% ke level 70,20.
 
Namun, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun sedikit meningkat ke level 6,13%, naik tipis 0,01 poin, yang mengindikasikan kehati-hatian pasar terhadap arah suku bunga ke depan.
 
Pada aset terkait Indonesia, saham Telkom Indonesia yang diperdagangkan di pasar AS (TLKM US) justru melemah 2,90% ke level 20,78. Sebaliknya, ETF Indonesia (EIDO) bergerak stabil dengan kenaikan tipis 0,11% ke level 19,01.
 
Di pasar komoditas, logam mencuri perhatian dengan reli signifikan. Harga timah melonjak 4,16% ke level 45.530, disusul nikel yang menguat 3,21% ke 17.506,62. Perak naik 3,71%, tembaga menguat 2,38%, sementara emas naik 0,71% ke level 4.509,50.
 
Harga minyak mentah juga menguat tajam 2,35% ke level 59,12, didorong ekspektasi pemulihan permintaan global. Sebaliknya, gas alam mengalami tekanan dengan penurunan hampir 7% ke level 3,17.
 
Untuk komoditas lainnya, harga CPO terkoreksi 0,88% ke level 3.950, sementara harga batu bara Newcastle kontrak Januari relatif stabil di kisaran 107,30. Harga pulp kayu lunak (softwood kraft pulp) juga tercatat melemah tipis 0,37% ke level 5.446.
 
Secara keseluruhan, pasar memulai pekan dengan sentimen positif, ditopang penguatan saham global dan reli komoditas logam, meski investor masih mencermati dinamika suku bunga dan pergerakan pasar obligasi. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Profil Denada, Penyanyi yang Rela Jual Aset dan Tolak Donasi demi Pengobatan Anak
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Pramo Tegaskan Anggaran Rp100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel dan Perbaikan Jalan
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Kartu Merah Jadi Kutukan Persija Saat Hadapi Persib dalam Tiga Musim Terakhir, Ini Faktanya
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Sekolah Rakyat, Program Andalan Presiden Prabowo 
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Rawa Bokor Tergenang 60 Cm, Arus Tol Menuju Bandara Tersendat
• 1 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.