JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah terseret ke dalam sidang dakwaan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim terkait korupsi pengadaan Chromebook, Google akhirnya buka suara.
Dalam klarifikasinya, Google menjelaskan bahwa Chromebook telah digunakan lebih dari 50 juta siswa dan pendidik di seluruh dunia, dari berbagai jenjang pendidikan.
"Di Indonesia, fokus kami selalu pada upaya mewujudkan cita-cita pembelajaran digital jangka panjang melalui Chromebook, perangkat canggih dan aman yang dirancang untuk para pendidik dan siswa," tulis Google dalam keterangannya, dikutip Senin (12/1/2026).
Google mengeklaim, jutaan pendidik dan siswa dari Sabang sampai Merauke, serta lebih dari 80.000 sekolah di seluruh negeri, telah berhasil menggunakan Chromebook untuk membantu mengoptimalkan pembelajaran, bahkan di wilayah-wilayah terluar di Indonesia.
Menurut Google, Chromebook dirancang sesuai dengan realitas di ruang kelas, termasuk untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil.
Baca juga: Klarifikasi Lengkap Google Usai Terseret Kasus Korupsi Chromebook Nadiem Makarim
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=korupsi pengadaan, Nadiem Makarim, Google Chromebook, Klarifikasi Google&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMi8xMDM5MzcyMS9rYWxhLWdvb2dsZS10ZWdhc2thbi1jaHJvbWVib29rLWJpc2EtZGlwYWthaS1vZmZsaW5lLWRpLWRhZXJhaC10ZXJwZW5jaWw=&q=Kala Google Tegaskan Chromebook Bisa Dipakai Offline di Daerah Terpencil, Penuhi Syarat Kemendikbud§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `"Meski dioptimalkan untuk penggunaan berbasis cloud, Chromebook memiliki kemampuan untuk digunakan secara offline," terang Google.
Maka dari itu, siswa tetap dapat membuat dokumen, mengelola file, serta menggunakan aplikasi yang mendukung mode offline bahkan tanpa koneksi internet sekalipun, sehingga memastikan proses belajar tidak pernah terhenti.
Chromebook, kata Google, dinilai memenuhi persyaratan dalam peraturan kementerian serta panduan pengadaan lokal (DAK Fisik) dari Kementerian Pendidikan, yang merujuk adanya solusi digital yang holistik, seperti memasangkan perangkat dengan infrastruktur penunjang konektivitas seperti router dan verifikasi kelistrikan.
"Pendekatan serupa telah terbukti memberikan manfaat bagi banyak siswa dalam skala besar di daerah terpencil di berbagai negara, mulai dari Brasil hingga Jepang," tegas Google.
Sudah investasi dengan Nadiem sejak lamaGoogle menegaskan bahwa mereka telah berinvestasi jauh sebelum Nadiem Makarim ditunjuk sebagai Mendikbud Ristek.
"Google, bersama dengan perusahaan global besar lainnya dan investor institusional, berinvestasi di entitas terkait Gojek antara tahun 2017 dan 2021, di mana sebagian besar investasi Google dilakukan jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan," tulis Google.
Google menyampaikan, investasi pada entitas terkait Gojek ini tidak memiliki hubungan apapun dengan upaya jangka panjang mereka dalam meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia.
Selain itu, Google juga tidak terkait dengan kerja sama bersama Kementerian Pendidikan mengenai produk dan layanan Google.
Google menegaskan mereka tidak pernah menawarkan imbalan apapun kepada pejabat Kementerian Pendidikan supaya menggunakan produk Google.
Baca juga: Nadiem Makarim Akan Hadapi Putusan Sela Sidang Chromebook Hari Ini
"Kami tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google," jelasnya.





