tvOnenews.com - Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya usai pertandingan sarat gengsi El Clasico melawan Persija Jakarta.
Laga bertensi tinggi antara Persib Bandung dan Persija Jakarta tersebut berhasil dimenangkan Maung Bandung dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang Persib dicetak oleh Beckham Putra pada menit ke-5 pertandingan.
Kemenangan ini membawa Persib Bandung kembali ke puncak klasemen Super League musim 2025/2026. Sementara itu, Persija Jakarta harus rela tertahan di posisi ketiga.
- Instagram/@persib
Sepanjang pertandingan, tensi tinggi terlihat jelas di lapangan. Bahkan, Thom Haye sempat terlibat ketegangan dengan pemain Persija Jakarta.
Situasi tersebut membuat pemain Timnas Indonesia itu tersulut emosi sebelum akhirnya ditenangkan oleh pelatih Persib, Bojan Hodak.
Namun, peristiwa tak menyenangkan tak berhenti di atas lapangan. Seusai pertandingan, Thom Haye mengungkapkan bahwa akun media sosial keluarganya menjadi sasaran serangan siber, termasuk pesan kebencian hingga ancaman pembunuhan.
Melalui pernyataannya di Instagram stories miliknya, Thom Haye menyampaikan perasaan bangga sekaligus kekecewaannya terhadap kondisi sepak bola Indonesia saat ini.
“Kami memenangkan derby hari ini dan saya bangga dengan tim kami serta Bobotoh.
Saya sungguh percaya bahwa sepak bola Indonesia memiliki potensi besar. Semangat dan atmosfernya sangat luar biasa,"
"Namun di saat yang sama saya merasa sedih. Sangat disayangkan karena terlalu banyak pertandingan yang tercoreng oleh perilaku tidak hormat dan pelanggaran yang tidak perlu,"
"Sangat menyedihkan melihat para pemain ikut berkontribusi pada hal ini dan merusak kualitas permainan. Yang lebih gila lagi, ketika hal ini dibicarakan, mereka justru ingin bertarung lebih jauh. Rasa saling menghormati adalah hal yang sangat penting untuk perkembangan sepak bola."
"Dan yang terakhir, saya sebagai seorang profesional bisa menerima banyak hal, tetapi saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirimkan ancaman pembunuhan dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti. Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu.”

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469495/original/046293300_1768125254-Semen_Padang_vs_Persis_Solo.jpg)


