FAJAR, MAKASSAR — PSM Makassar menutup putaran pertama Super League 2025/2026 dengan catatan yang jauh dari harapan. Empat kekalahan beruntun menjadi penanda jelas bahwa Juku Eja tengah berada dalam fase krisis performa yang tak bisa lagi ditutup-tutupi.
Rentetan hasil negatif tersebut membuat PSM harus puas berada di papan tengah klasemen sementara. Hingga pekan ke-17, tim kebanggaan publik Sulawesi Selatan itu tertahan di posisi ke-11 dengan 19 poin, dan masih berpotensi melorot jika tren buruk berlanjut di awal putaran kedua.
Situasi ini menempatkan pelatih kepala Tomas Trucha dalam tekanan besar. Pelatih asal Ceko tersebut dituntut segera menemukan solusi konkret agar PSM kembali kompetitif dan tidak semakin tertinggal dalam persaingan.
Meski demikian, Trucha menegaskan keyakinannya bahwa PSM masih memiliki peluang bangkit. Ia menyebut putaran kedua sebagai momentum penting untuk memulai lembaran baru.
“Kami tidak akan menyerah. Putaran kedua akan kami awali dengan semangat dan kekuatan baru,” ujar Trucha melalui media sosial resmi PSM Makassar.
Sinyal Perubahan, Sinyal Kebutuhan Pemain
Trucha juga secara terbuka mengisyaratkan perlunya perubahan pendekatan permainan. Ia ingin PSM tampil lebih agresif, berani menguasai bola, dan lebih produktif dalam menciptakan peluang—sesuatu yang belum konsisten terlihat sepanjang putaran pertama.
Menurutnya, proses menemukan komposisi dan formula ideal masih berlangsung. Namun, dengan jeda paruh musim yang tersedia, Trucha menilai ada cukup waktu untuk mematangkan skema sebelum kompetisi kembali bergulir.
Di titik inilah peran manajemen menjadi krusial. Empat kekalahan beruntun bukan semata soal taktik, tetapi juga menyangkut kedalaman dan kualitas skuad. Permintaan Trucha untuk mendatangkan pemain baru di bursa transfer paruh musim menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar opsi.
Putaran Kedua, Ujian Nyata
PSM akan mengawali putaran kedua dengan tantangan berat saat bertandang ke markas Persijap Jepara. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 Januari 2026, dan menjadi ujian awal bagi misi kebangkitan Juku Eja.
Yuran Fernandes dan kawan-kawan membawa beban ganda: menghentikan tren negatif sekaligus membuktikan bahwa PSM belum habis dalam persaingan musim ini.
Putaran pertama telah memberi peringatan keras. Kini, keputusan manajemen di bursa transfer akan menentukan: apakah PSM bangkit, atau justru semakin terperosok di paruh musim kedua.



