- Hujan deras pada Senin (12/1/2026) menyebabkan banjir di jalan arteri Jakarta, mengakibatkan kemacetan di beberapa ruas tol.
- Banjir terparah mencapai 60 cm di Rawa Bokor; polisi melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik keluar tol.
- Polisi memastikan Tol Dalam Kota masih normal, namun kemacetan teridentifikasi di ruas Wiyoto Wiyono dan Sedyatmo.
Suara.com - Kemacetan terjadi di sejumlah ruas tol Jakarta akibat banjir yang menggenangi jalan arteri akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota pada Senin (12/1/2026).
Genangan di jalur arteri membuat kendaraan tertahan di pintu-pintu keluar tol.
Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dhono Vernandhie menyebut salah satunya terjadi di Sunter, Jakarta Utara.
"Kalau padat itu itu Podomoro, Sunter, yang keluar-keluar itu karena arterinya banjir, jadinya dia padat di tol," kata Dhanar kepada wartawan.
Menurut Dhanar, banjir terparah terjadi di kawasan Rawa Bokor dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter.
Kondisi tersebut memaksa polisi melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan.
"Kami lakukan rekayasa untuk yang mau keluar Rawa Bokor kita luruskan bandara. Kalau di keluaran Plumpang, Priok 1 itu mobil sedan enggak bisa melintas, tapi minibus masih bisa," tuturnya.
Sementara itu, untuk ruas Tol Dalam Kota, Dhanar memastikan belum ditemukan genangan air dan arus lalu lintas masih dapat dilalui secara normal.
"Tol Dalam Kota masih enggak ada gangguah, masih aman, cuma dua titik di Wiyoto Wiyono dan Sedyatmo," pungkasnya.
Baca Juga: DPR dan Pemerintah Pacu Pemulihan Bencana Sumatra, Target Normal Sebelum Ramadhan 2026



