Terompet Perang Berusia 2.000 Tahun Ditemukan, Diduga Terkait Ratu Boudica

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Para arkeolog di Inggris menemukan terompet perang langka berusia sekitar 2.000 tahun yang diyakini pernah digunakan dalam pertempuran melawan Kekaisaran Romawi. Artefak tersebut diduga berkaitan dengan perang yang dipimpin Ratu Boudica, pemimpin legendaris bangsa Kelt dari suku Iceni.

Terompet perang yang dikenal dengan nama carnyx merupakan bagian dari sebuah harta karun artefak logam yang ditemukan menjelang pembangunan kawasan perumahan di West Norfolk pada tahun lalu.

Penemuan ini diumumkan pada Rabu (7/1) oleh Pre-Construct Archaeology, perusahaan yang memimpin penggalian awal, bersama Historic England, lembaga yang mengoordinasikan riset serta upaya konservasi temuan tersebut.

Selain terompet perang berkepala hewan yang hampir utuh, tim arkeolog juga menemukan sejumlah artefak penting lainnya. Di antaranya adalah panji militer berkepala babi hutan, berupa tongkat hias yang berfungsi sebagai penanda satuan pasukan, lima hiasan pusat perisai (shield bosses), serta berbagai benda logam lainnya.

Menurut Pre-Construct Archaeology, temuan ini sangat luar biasa dan amat langka, tidak hanya di Britania, tetapi juga di seluruh Eropa.

Carnyx merupakan alat musik tiup dari perunggu yang menyerupai terompet, namun memiliki bentuk memanjang dan tegak, dengan ujung berupa kepala hewan bermulut terbuka, sering kali babi hutan. Alat ini lazim digunakan oleh suku-suku Kelt di Eropa pada Zaman Besi, bersamaan dengan zirah rantai, perisai, dan tombak.

Perwakilan dari Historic England menjelaskan bahwa terompet perang semacam ini kerap dirampas oleh tentara Romawi sebagai trofi perang.

“Contoh yang baru ditemukan ini adalah salah satu dari hanya tiga carnyx yang pernah ditemukan di Britania, dan termasuk yang paling lengkap di seluruh Eropa,” papar Historic England sebagaimana dikutip Live Science.

Untuk memberi gambaran bunyinya, para ahli di National Museum of Scotland bahkan telah membuat replika carnyx. Ketika dimainkan oleh musisi John Kenny, replika tersebut menghadirkan suara nyaring dan menggema yang diduga menyerupai bunyi terompet perang di medan tempur ribuan tahun lalu.

Berdasarkan perkiraan usia artefak yang berasal dari abad pertama Masehi, serta lokasi penemuannya di West Norfolk, para peneliti menduga benda-benda ini digunakan oleh bangsa Kelt yang berusaha melawan ekspansi Kekaisaran Romawi.

Pada tahun 60 Masehi, Ratu Boudica, penguasa suku Iceni yang bermukim di wilayah yang kini dikenal sebagai Norfolk, memimpin pemberontakan besar terhadap Romawi. Meski perlawanan itu sempat mengguncang kekuasaan Romawi, Boudica dan pasukannya akhirnya kalah, membuka jalan bagi penaklukan Romawi atas Britania.

Untuk menjaga keutuhan artefak, harta karun ini diangkat dari tanah dalam satu bongkahan utuh. Isinya kemudian diteliti menggunakan pencitraan sinar-X dan pemindaian CT sebelum diekskavasi secara hati-hati di laboratorium.

Proses penelitian dan konservasi masih terus berlangsung. Penemuan spektakuler ini juga akan ditampilkan dalam episode mendatang program BBC Two Digging for Britain, yang mengulas temuan-temuan arkeologi penting di Inggris.

Temuan ini bukan hanya menambah khazanah sejarah Britania, tetapi juga membuka jendela baru untuk memahami perlawanan bangsa Kelt terhadap Romawi, lengkap dengan suara perang yang pernah menggema dua milenium silam.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mentan Optimistis Serapan Gabah 4 Juta Ton di 2026 Tercapai
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Respons Gibran saat Mahasiswa Minta Evaluasi Tambang Ilegal di Kalimantan Selatan
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Rakernas PDIP di Ancol: Menolak Keras Pilkada Melalui DPRD
• 12 jam laluidntimes.com
thumb
Usut Kasus Suap Pajak, KPK Geledah Kantor KPP Madya Jakarta Utara
• 7 jam laludisway.id
thumb
Daftar Lengkap Pemenang Golden Disc Awards ke-40
• 17 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.