RI-China Teken Proposal 16 Proyek Investasi TCTP Senilai Rp 36,4 triliun

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah bakal memperkuat hubungan bilateral dengan China di sejumlah bidang, antara lain seperti perdagangan, investasi dan industri.

Dia menjelaskan, keterbukaan kerja sama antara Indonesia dengan China dilakukan guna mendukung kepentingan nasional dan pembangunan ekonomi jangka panjang, sebagai pasar besar yang menawarkan peluang bagi kedua negara.

Baca Juga :
Rupiah Melemah Dibayangi Geopolitik Global dan Tren Pelemahan di Kuartal I-2026
IHSG Dibuka Menghijau dan Berpotensi Lanjut Menguat saat Bursa Asia Variatif

"Dengan populasi 1,4 miliar jiwa, Tiongkok berada di urutan kedua di dunia, sementara Indonesia memiliki 285 juta jiwa berada di urutan keempat. Keduanya merupakan anggota G20 dan Tiongkok adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua dengan PDB US$17,8 triliun dan Indonesia memiliki PDB US$1,4 triliun," kata Airlangga dalam keterangannya, Senin, 12 Januari 2026.

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Ketua MPR China, Wang Huning
Photo :
  • Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

"Jadi ini benar-benar merupakan tonggak penting bahwa kolaborasi dan kerja sama antara kedua negara terbuka," ujarnya.

Airlangga menambahkan, selain menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan besaran mencapai US$135,2 miliar pada 2024, kerja sama kedua negara juga terus menunjukkan kemajuan strategis melalui inisiatif Two Parks Twin Countries (TCTP). Dia menilai, inisiatif TCTP tersebut merupakan kerangka kerja sama strategis untuk memperkuat kolaborasi industri, memfasilitasi investasi dan mengintegrasikan rantai pasok.

Nota Kesepahaman terkait TCTP yang pertama kali diluncurkan pada 2021 telah diperbarui pada Mei 2025 melalui penandatanganan antara Airlangga dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok, Wang Wentao, yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang.

Sebagai bagian integral dari penguatan kerja sama TCTP tersebut, telah dilakukan penandatanganan 16 proposal proyek antara perusahaan-perusahaan Fujian dan mitra-mitra Indonesia dengan nilai total sebesar Rp 36,4 triliun atau sekitar US$2,19 miliar. Berbagai proyek tersebut mencakup sejumlah sektor strategis termasuk logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai dan kecerdasan buatan.

"Ke depannya, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia," ujar Airlangga.

Baca Juga :
Raditya Dika Bongkar Mindset Keuangan Bareng Timothy Ronald: Investasi Bukan Jalan Pintas Kaya!
Penindasan Meningkat, Kebebasan Sipil di China Kian Menyempit
Anindya Bakrie Ungkap Strategi Kadin hingga Peluang RI Gaet Investasi dan Perdagangan di WEF 2026

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Puan Dorong Kader PDIP Kritis, Cerdas, dan Solutif sebagai Partai Penyeimbang
• 10 menit laluliputan6.com
thumb
Kali Cijantung Meluap, Jalanan Depok Banjir: Banyak Motor Mogok
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Tokoh Pendiri Banten Tutup Usia, Andra Soni Sampaikan Belasungkawa
• 20 jam laludetik.com
thumb
IHSG Menguat di Awal Pekan Seiring Sentimen Positif Bursa Asia dan Global
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Dirut Bulog usul per orang bisa beli beras SPHP di atas dua pack
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.