Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor

suara.com
9 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Indonesia dilanda 2.139 bencana alam sepanjang tahun 2025.
  • Bencana ini dipicu oleh kerusakan lingkungan dan tata ruang yang salah.
  • Pemerintah akan fokus pada rehabilitasi hutan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Suara.com - Indonesia menghadapi tantangan serius dengan terjadinya 2.139 bencana alam sepanjang tahun 2025, yang didominasi oleh banjir dan tanah longsor. Pemerintah menyebut kondisi ini sebagai dampak dari triple planetary crisis atau tiga krisis lingkungan global.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Dirjen PDASRH), Dyah Murtiningsih, memaparkan data tersebut dalam sebuah acara di Yogyakarta, Senin (12/1/2025).

"Kejadian bencana di tahun 2025 ada sekitar 2.139, di mana 1.156 di antaranya adalah banjir dan 169 kejadian tanah longsor," kata Dyah.

Menurutnya, bencana berulang yang terjadi di Sumatra dan wilayah lainnya merupakan dampak dari penataan ruang yang tidak lagi memperhatikan fungsi hutan dan kondisi daratan.

Krisis lingkungan global—yang meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi—tidak hanya memicu bencana fisik, tetapi juga merusak daya dukung lingkungan.

"Ini tentu saja mengakibatkan produktivitas tanaman pangan dan kualitas air menjadi menurun," ujarnya.

Kondisi ini menempatkan Indonesia pada posisi rawan krisis pangan, air, dan energi.

Rehabilitasi Hutan Jadi Solusi

Menghadapi tantangan ini, Dyah menegaskan komitmen pemerintah untuk mengambil langkah strategis sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan rehabilitasi hutan.

Baca Juga: PBSI Resmi Kembali Rombak Ganda Putri, Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Dipisah

"Kita akan bersama-sama melihat pengelolaan daerah aliran sungai dan rehabilitasi hutan untuk menghadapi berbagai permasalahan ini," tegasnya.

Ia menambahkan, penataan ruang yang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan menjadi kunci agar aktivitas pembangunan tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan, yang pada akhirnya dapat berujung pada kerusakan permanen.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Insiden Kebakaran Besar Seperti di Hong Kong Terulang — Sebuah Gedung Tinggi di Hunan, Tiongkok, Dilalap Api
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Melanda Jabodetabek Sepanjang Hari
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Cita-cita di Penghujung Jabatan, Prabowo Pasang Target Kemiskinan Ekstrem Hilang pada 2029
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Cari Modal Usaha Kini Lebih Mudah Lewat KUR BRI 2026, Cek Nominalnya di Sini
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sejumlah Rute TransJakarta Terganggu Imbas Genangan, Ini Daftarnya
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.