Bisnis.com, DENPASAR – Kanada melakukan penjajakan investasi di sektor energi terbarukan dan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menjelaskan potensi besar NTB di sektor energi terbarukan, khususnya panas bumi dan tenaga angin, dengan kapasitas potensial 20–30 MegaWatt (MW) per lokasi, seperti di wilayah Huu, Sembalun, Sekotong, Jerowaru, dan Empang.
"Selain itu, NTB memiliki cadangan mineral strategis seperti tembaga, emas, perak, mangan, dan pasir besi, yang telah menghasilkan produk turunan bernilai tinggi," kata Iqbal, Senin (12/1/2026).
Iqbal juga menjelaskan sektor pariwisata menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi NTB yang berkualitas dan inklusif.
Saat ini, NTB memiliki 265 destinasi wisata, terdiri dari 171 destinasi wisata alam, 31 wisata budaya, 12 wisata religi, 7 wisata buatan, dan 43 wisata petualangan.
Selain itu, NTB juga memiliki 15 kawasan hutan wisata serta 375 desa wisata, dengan 93 desa telah memenuhi standar nasional.
Baca Juga
- KEK Kura-Kura di Bali Dirancang jadi Pusat Pendidikan
- PLN Bali Raup Pendapatan Rp10,12 Triliun pada 2025
- Pemprov NTB Minta PT GNE Fokus ke Bisnis Konstruksi, Usaha Lain Dihentikan
Sektor pariwisata NTB telah menyerap 422.498 tenaga kerja, didukung oleh 4.137 tenaga kerja pariwisata bersertifikat, serta 5.966 pelaku usaha pariwisata, di mana 402 unit usaha telah tersertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE).
Infrastruktur pariwisata ditopang oleh 1.078 hotel, terdiri atas 274 hotel berbintang dan 804 hotel non-bintang, yang tersebar di zona pariwisata seluas ±32.808 hektar.
Untuk memperkuat pariwisata berkualitas, NTB terus meningkatkan konektivitas melalui pembukaan rute udara domestik baru ke Labuan Bajo, Malang, dan Banyuwangi, serta rute internasional yang telah beroperasi ke Singapura dan Malaysia.
"Ke depan, NTB menargetkan rute langsung ke Perth, Bangkok, Darwin, dan Sydney, termasuk pengembangan transportasi wisata berbasis pesawat amfibi (seaplane), yang dalam pertemuan ini turut dibahas sebagai peluang kerja sama dengan perusahaan asal Kanada," kata Iqbal.
Menteri Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Singh Sarai menjelaskan ketertarikan Kanada untuk memperluas kerja sama, khususnya di bidang energi berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, kesehatan reproduksi, dan pendidikan, yang selama ini menjadi fokus program pembangunan internasional Kanada.
"Kanada telah memiliki sejumlah program pembangunan di kawasan Asia Tenggara dan memandang kerja sama dengan NTB sebagai peluang strategis untuk memperkuat pembangunan berbasis kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan," kata Randeep.




